Malam Janganlah Cepat Berlalu

Malam Janganlah Cepat Berlalu eBook ã Malam Janganlah

Malam Janganlah Cepat Berlalu ❰PDF / Epub❯ ☁ Malam Janganlah Cepat Berlalu Author Hatta Syamsuddin – Polishdarling.co.uk Apa yang akan terjadi pada sepasang jiwa yang telah mengikat diri dalam sebuah janji suci bernama pernikahan Siang hari, mereka menyatukan hati, malam hari, menyatukan raga lewat jalinan asmara yang b Apa yang akan terjadi pada sepasang jiwa yang telah mengikat diri dalam sebuah janji suci bernama pernikahan Siang hari, mereka menyatukan hati, malam hari, menyatukan raga lewat jalinan asmara yang bernilai ibadah Bayangkan, sebuah percintaan yang juga berpahala Begitu indahnya, sampai sampai sebuah syair seakan terucap dari bibir mereka, Malam, janganlah cepat berlalu Mentari, perlahanlah sejenak Ah, tetapi, ternyata tidak semua pasangan berhasil mencecap keindahan yang diridhoi sekaligus penuh barakah itu Rasa malu, gugup, gelisah, hingga Malam Janganlah PDF/EPUB ² takut, mungkin menjadi semacam kendala Apalagi, menjadi romantis, terkadang dinilai berlebihan oleh sebagian orang Padahal, Rasulullah SAW sendiri, adalah manusia paling romantis sepanjang masa Di buku yang luar biasa ini, dipaparkan dengan blak blakaninspirasi romantis dari Rumah Tangga NabiYa, karena untuk menjadi bahagia, sebenarnya tak perlu membutuhkan banyak biaya Cukup dengan membangun romantisme di rumah kita bersama dia yang kita panggil CINTA Info indivamediakreasi.


10 thoughts on “Malam Janganlah Cepat Berlalu

  1. Eyiazzahra Fathurahman Eyiazzahra Fathurahman says:

    Judul Buku Malam Janganlah Cepat Berlalu, Mentari Perlahanlah SejenakPenulis Hatta Syamsuddin, Lc.Penerbit Indiva Media KreasiTahun Terbit 2013Tebal Buku 344 halamanUkuran Buku 19 cmISBN 978 602 1614 04 4Harga Buku Rp45.000, Malam Janganlah Cepat Berlalu, Mentari Perlahanlah Sejenak Pernikahan adalah sebuah muara kasih sayang antara dua insan manusia, tempat melabuhkan segala cinta, rindu, dan kehangatan Nikmatnya pernikahan senantiasa menjelma keromantisan dan saat saat baha Judul Buku Malam Janganlah Cepat Berlalu, Mentari Perlahanlah SejenakPenulis Hatta Syamsuddin, Lc.Penerbit Indiva Media KreasiTahun Terbit 2013Tebal Buku 344 halamanUkuran Buku 19 cmISBN 978 602 1614 04 4Harga Buku Rp45.000, Malam Janganlah Cepat Berlalu, Mentari Perlahanlah Sejenak Pernikahan adalah sebuah muara kasih sayang antara dua insan manusia, tempat melabuhkan segala cinta, rindu, dan kehangatan Nikmatnya pernikahan senantiasa menjelma keromantisan dan saat saat bahagia nan menggetarkan jiwa Nikmat dari Sang Pencipta yang tidak hanya memberikan kebahagiaan jiwa dan raga, namun juga pahala yang melimpah Begitu indahnya percintaan yang dilandasi keimanan, senantiasa menumbuhkan harap agar malam jangan cepat berlalu, dan mentari perlahanlah sejenak agar ritme cinta menjadi lebih panjang Alangkah urgennya keromantisan untuk menghidupkan keharmonisan dalam rumah tangga Namun, tidak semua pasangan berhasil mewujudkan keromantisan tersebut Banyak pasangan pengantin baru yang masih sangat malu malu, gelisah, atau tidak percaya diri untuk bereksplorasi dalam hubungan rumah tangganya Pun tak sedikit pasangan yang sudah lama menikah menganggap keromantisan itu sebagai bagian dari aktivitas pasangan muda saja Tidak hanya itu, keromantisan juga dianggap sebagai hal yang tabu Tidak sedikit teman teman kita para aktivis yang memiliki jam terbang tinggi menganggap bahwa sikap romantis sebagai hal yang berlebihan, meniru kebiasaan orang Barat, melenakan dari mengingat Allah, bahkan out of date kadaluarsa Padahal, sikap romantis adalah bagian penting dalam membina kelanggengan rumah tangga yang merupakan salah satu jalan menuju syurga Bahkan Rasulullah pun telah mencontohkan langsung keromantisan itu bersama istri istri beliau Romantis, bisa dimulai dari hal hal kecil Tak perlu mahal, tak perlu gengsi Mari membuat suasana rumah menjadi lebih indah bersama pasangan kita Agar yang pengantin baru lebih menikmati bulan madunya dan bagi yang sudah lama menikah bisa kembali merasakan manisnya romansa cinta bersama si dia Buku ini memuat materi yang menurut saya sangat penting bagi pasangan suami istri, baik bagi mereka yang sudah lama membina rumah tangga maupun para pengantin baru Banyak ilmu dan nasihat mengenai kiat kiat menghidupkan aura romantis dan kehangatan rumah tangga, kadang membuat kening berkerut karena serius penuturannya, kadang juga membuat pipi bersemu membaca bahasannya yang memang super romantis dan kadang blak blakan namun tetap dengan gaya penuturan yang syar i Gaya bahasanya runut, padat, dan memikat Banyak kisah romantisme ala Nabi dan beberapa sahabat dikisahkan dalam buku ini Banyak pula anggapan negatif yang sering beredar di masyarakat mengenai berbagai hal terkait romantisme disertai langsung dengan sanggahan dan alasan berupa hadits shahih dan contohnya dari Rasulullah Tips tips yang diberikan bagi para pengantin baru maupun yang sudah menikah juga komplit dalam buku ini, baik itu yang bersifat jasmani maupun ruhani Setiap ulasannya adalah hal yang mudah dan bisa diterapkan untuk para pasangan yang menginginkan kehangatan dan kelanggengan bagi rumah tangga mereka Sangat menginspirasi untuk segera menerapkan tiap tipsnya dalam kehidupan sehari hari Akan tetapi, menurut saya buku ini kurang merangkul semua aspek pembaca karena gaya bahasanya yang agak berat Bahasa, penuturan atau istilah istilah yang digunakan kurang membumi untuk masyarakat awam atau bagi sebagian pembaca yang sehari hari bahasanya memang bahasa gaul Memang tujuannya adalah bagi mereka yang sedang bersiap untuk pernikahan dan yang sudah menikah, tapi tetap saja bahasanya lebih mengena untuk mereka yang intelek, terutama para aktivis dakwah Atau memang tujuan utama dari penulis buku ini memang ditujukan kepada mereka teman teman aktivis dakwah yang kadang malu untuk bersikap romantis terhadap pasangan Wallahu alam Yang jelas, setiap penulis memang memiliki ciri dan gaya bahasa masing masing yang menjadi pembeda antara penulis yang satu dengan yang lain Gaya bahasa buku ini yang padat tetap menjadikannya bahasa yang indah dan sarat ilmu Terlebih, buku ini memang disusun tatkala penulis menempuh perkuliahan pada jarak yang jauh terpisah dengan istri dan keluarga, menjadikan buku ini lebih berbobot karena pastinya melibatkan emosi yang sarat kerinduan dari penulis terhadap keluarga tercinta Sebagai pembanding, saya membaca sebuah buku dengan tema yang kurang lebih sama karya terbitan Indiva juga, yaitu buku Cintai Aku Meski Ku Tak Sempurna Buku yang satu ini merupakan buku terjemahan, dibagi menjadi dua bab besar Bab pertama lebih fokus kepada tips tips untuk kebahagiaan rumah tangga dan bab kedua fokusnya kepada fase fase pernikahan Penulis aslinya memang dari Timur Tengah sehingga gaya bahasa yang digunakan lebih berat lagi Kedua duanya sama bagusnya, sarat dengan ilmu dan pengetahuan tentang seluk beluk rumah tangga Namun jika ingin lebih komplek, maka saya lebih memilih buku Malam Jangnlah Cepat Berlalu, Mentari Perlahanlah Sejenak Bahasannya lebih lengkap dan terperinci, mudah, dan tips tipsnya lebih banyak Akhirnya, saya menyarankan kepada para pembaca, teman teman yang sedang menyiapkan pernikahan maupun kepada mereka yang sudah lama menjalani bahtera rumah tangga, untuk membaca buku ini sebagai salah satu rujukan untuk membina rumah tangga yang romantis, hangat dan semarak dengan kasih sayang yang berlandaskan kepada keimanan demi mendulang pahala syurga Jadi, bagi teman teman yang menganggap romantisme dengan segala perwujudannya merupakan sikap yang tasyabuh dan berlebih lebihan, mari meluruskan pemahaman kita melalui buku ini Insya Allah, banyak ilmu dan kiat menarik yang bisa kita dapatkan Romantis itu penting, romantis itu milik semua orang, tua maupun muda Romantis itu indah _.Sekian ulasan saya, semoga resensi ini bermanfaat Selamat membaca, selamat mewujudkan rumah tangga romantis penuh berkah dan pahala


  2. Afifah Afifah says:

    Yang menarik dari buku ini, sekaligus membedakan dengan buku buku pernikahan lainnya, adalah banyaknya nash syar i yang jarang saya dengar sebelumnya Membaca buku ini benar benar membuat saya lebih mengerti tentang pernak pernik pernikahan Hanya, bahasanya yang cowok sekali, sering membuat wajah saya memanas karena malu Tampaknya, buku ini memang lebih cocok dibaca kaum Adam Tapi, kaum perempuan juga tak masalah, membelikan untuk suaminya D


  3. Leyla Hana Leyla Hana says:

    Di sebuah mall di kawasan Depok, terlihat sepasang muda mudi yang belum menikah, bergandengan tangan dan sesekali berpelukan, tak peduli oleh tatapan mata penuh tanya dari orang orang di sekitarnya Di belakang mereka, sepasang suami istri justru hanya berjalan bersisian tanpa ada kontak fisik yang menunjukkan bahwa mereka sudah menikah Mengapa pasangan yang statusnya masih pacaran itu bisa lebih romantis daripada pasangan yang sudah menikah Kenyataannya, banyak yang begitu Terutama dari piha Di sebuah mall di kawasan Depok, terlihat sepasang muda mudi yang belum menikah, bergandengan tangan dan sesekali berpelukan, tak peduli oleh tatapan mata penuh tanya dari orang orang di sekitarnya Di belakang mereka, sepasang suami istri justru hanya berjalan bersisian tanpa ada kontak fisik yang menunjukkan bahwa mereka sudah menikah Mengapa pasangan yang statusnya masih pacaran itu bisa lebih romantis daripada pasangan yang sudah menikah Kenyataannya, banyak yang begitu Terutama dari pihak suami Setelah menikah, banyak suami yang enggan untuk menunjukkan romantisme kepada istrinya Bukankah seharusnya justru lebih romantis dibandingkan dengan sebelum menikah Sedangkan para istri tak kalah abainya, dengan alasan pekerjaan rumah tangga dan anak anak yang begitu menguras tenaga, istri istri berkurang kepedulian kepada suaminya Ah, kita kan sudah menikah, buat apa romantis romantisan lagi begitu dalih pasangan suami istri yang menolak paham romantis Rumah tangga dakwah, apalagi Terlalu banyaknya agenda dakwah membuat waktu untuk keluarga semakin berkurang Romantisme dianggap sebagai pekerjaan sia sia yang tak ada nilai ibadahnya Bahkan dapat melalaikan kita dari beribadah kepada Allah Swt Benarkah begitu Mestinya, setelah menikah, suami istri justru lebih bertambah keromantisannya, karena pernikahan harus terus dipupuk agar tetap berjalan di jalur yang aman Tak heran, banyak pasangan suami istri yang mengalami kejenuhan berumahtangga setelah bertahun tahun bersama, bahkan tak jarang pasangan suami istri yang bercerai hanya untuk mendapatkan getar getar cinta seperti waktu masih pengantin baru Mereka berpikir getar getar cinta itu bisa didapatkan dari pasangan yang baru Istilahnya, kalau dengan istri yang lama itu sudah tidak nyetrum lagi Dilatarbelakangi oleh fenomena berkurangnya keromantisan suami istri itulah, penulis yang juga seorang Ustadz ini, menuliskan sebuah buku berjudul Malam, Janganlah Cepat Berlalu Mentari, Perlahanlah Sejenak Dari judulnya saja sudah terasa aura romantisnya Penulis ingin mengkampanyekan romantisme suami istri dengan mengangkat empat puluh inspirasi romantis dari rumah tangga Nabi Muhammad Saw Rasulullah adalah suami yang paling romantis Hal itu diakui oleh istri istrinya Bagi para ummahatul mukminin, beliau bukan sekadar suami yang biasa Beliau adalah suami yang romantis dengan segenap arti yang bisa diwakili oleh kata romantis halaman 18 Keempat puluh inspirasi romantis itu dapat dirangkum ke dalam beberapa poin berikut ini Pertama, romantis itu dimulai sejak sebelum menikah dan tak memiliki waktu berakhir.Bagaimana bisa menerapkan romantisme bila menikah saja belum Terlebih lagi bagi pasangan yang menikah tanpa pacaran Buku ini menjelaskan beberapa cara memunculkan romantisme menjelang akad nikah Sesuatu yang dijalani oleh hati, pikiran, dan niat yang bersih, bahwa pernikahan yang akan dijalani semata mata hanya untuk beribadah kepada Nya Setelah menikah dan hingga bertahun tahun lamanya, romantisme harus terus dipertahankan sebagai pupuk pernikahan agar bunganya senantiasa mekar Kedua, romantis itu tidak perlu mahal.Kebanyakan dari kita berpikir bahwa romantis itu memerlukan biaya Makan di kapal pesiar, membelikan hadiah hadiah mahal, bulan madu ke luar negeri, dan sebagainya Buku ini memberikan solusi romantisme tanpa biaya mahal tetapi berkesan Sebagai contohnya adalah minum dari gelas yang sama secara bergantian, sebagaimana yang dicontohkan oleh Baginda Rasulullah SAW bersama dengan Aisyah Ra Segelas berdua, insya Allah membawa berkah Tidak harus hilang semua dahaga halaman 56 Ketiga, romantis itu dalam rangka beribadah kepada Allah Swt Tujuan melakukan romantisme itu sudah tentu untuk beribadah kepada Allah Swt, jadi jangan sampai sikap sikap romantis terhadap pasangan justru menghalangi kita untuk beribadah kepada Allah Swt Banyak ikhwah yang berguguran di jalan dakwah, justru setelah menikah Dengan alasan mendahulukan kepentingan keluarga, mereka berkurang semangatnya dalam berdakwah Yang tadinya rutin ikut taklim, menjadi bolong bolong Yang tadinya tilawah sehari satu juz, menjadi beberapa hari sekali Yang tadinya rutin salat malam, menjadi tidak salat malam sama sekali Sungguh amat disayangkan bila sikap romantisme yang ingin kita tunjukkan kepada pasangan, justru menjauhkan kita dari Allah Swt Keempat, romantis itu memang berhubungan dengan penampilan fisik Seseorang pernah bertanya kepada saya, apakah hanya lelaki tampan dan wanita cantik saja yang ditakdirkan untuk bisa bersikap romantis Bagaimana dengan orang orang yang tak memiliki paras rupawan Kuncinya, bukanlah paras rupawan Pada dasarnya memang romantisme berkaitan dengan penampilan fisik, karena daya tarik fisik itulah yang dapat memancing gairah Untuk itulah, pasangan suami istri disunahkan berhias untuk pasangannya masing masing Tuntutan berhias sering kali ditujukan kepada istri, padahal suami pun harus berhias untuk istri Berhias bukanlah monopoli kaum perempuan, tetapi kaum lelaki juga diseyogyakan untuk berhias Hal ini disebabkan perempuan juga mempunyai fitrah menyukai memandang laki laki yang tampil menarik halaman 164 Sebelum rumah tangga Anda karam karena berkurangnya romantisme terhadap pasangan, bacalah buku ini Nikmati penjelasan penjelasan penulis yang disesuaiakan dengan kondisi terkini, serta ringan untuk dicerna Dan akhirnya, saya harus memberitahu bahwa suami istri yang kurang romantis di bagian awal resensi ini adalah saya dan suami saya Untuk itulah, saya membeli dan membaca buku ini Sesungguhnya orang yang terbaik di antara kamu adalah yang paling baik terhadap istrinya Dan aku adalah yang terbaik pada istri dari kamu sekalian HR Tirmidzi dan Ibnu Hibban


  4. Riawani Elyta Riawani Elyta says:

    Apa yang ada di pikiran anda saat mendengar kata romantis Duduk berdua ditemani lilin lilin di restoran temaram sambil mendengar alunan lagu cinta Atau menerima kado seikat bunga dan puisi cinta dari sang terkasih Ataupun romantis hanya milik mereka yang sedang jatuh cinta Buku setebal 344 hal ini akan mengajak kita mengupas sisi sisi romantis pada tempat yang seharusnya dan oleh pemilik yang sah melakukannya Apalagi kalau bukan dilangsungkan di dalam kehidupan berumah tangga dengan suami Apa yang ada di pikiran anda saat mendengar kata romantis Duduk berdua ditemani lilin lilin di restoran temaram sambil mendengar alunan lagu cinta Atau menerima kado seikat bunga dan puisi cinta dari sang terkasih Ataupun romantis hanya milik mereka yang sedang jatuh cinta Buku setebal 344 hal ini akan mengajak kita mengupas sisi sisi romantis pada tempat yang seharusnya dan oleh pemilik yang sah melakukannya Apalagi kalau bukan dilangsungkan di dalam kehidupan berumah tangga dengan suami dan istri sebagai pelakunya Juga yang tak kalah penting, romantisme ala rumah tangga Rasulullah SAW yang tentunya sangat layak untuk diteladani.Buku ini dibuka dengan pemahaman mendasar tentang romantisme yang akan menjawab pertanyaan pertanyaan berikut Siapa yang berhak melakukannya Sampai kapan Seperti apa bentuknya Dan yang paling penting mengapa harus ada romantisme di dalam rumah tangga Bab 1 akan memulai perjalanan romantisme sejak akad diikrarkan Di sini, penulis memberi tips tips yang dalam buku ini disebut sebagai inspirasi, tentang bagaimana sebaiknya calon pengantin mempersiapkan diri menghadapi momen penting tersebut, dan bagaimana memulai romantisme dengan pasangan.Bab 2 yang judulnya diambil menjadi judul buku ini, adalah bab yang paling membuat panas dingin dan detak napas yang beberapa kali menggantung di udara Kenapa Karena inilah bab yang mengupas tuntas tentang hubungan intim suami istri mulai dari tahap persiapan, landasan syariatnya, bagaimana melakukannya dengan cara yang benar sesuai koridor agama maupun medis, serta efek psikologis yang menyertainya.Bab 3 berisi anjuran anjuran untuk pengantin baru dalam hal keterbukaan dan silaturahim dengan keluarga kedua belah pihak Panduan untuk lebih mengenal satu sama lain dengan melakukan perjalanan bersama dibahas pula pada bab selanjutnya Bab 5 akan mengupas berbagai jenis aktivitas duniawi yang dapat dilakukan berdua dalam rangka mempererat hubungan dan memperkuat romantisme, disusul dengan berbagai aktivitas religious yang dapat dilakukan bersama pada bab 6.Bab 7 pula semakin mengeksplorasi romantisme dengan menyajikan berbagai contoh kreativitas untuk mempertahankan atau bahkan meningkatkan romantisme Buku ini ditutup dengan bab 8 yang memaparkan hal hal terkait bahasa tubuh, ekspresi wajah, ucapan lisan dan sikap yang dapat memperkuat getaran cinta Dan untuk romantisme yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW, akan kita temukan menyebar dalam setiap babnya sesuai dengan pembahasan pada masing masing bab.Ini kali pertama saya membaca buku karya ustaz Hatta Syamsuddin, dan saya langsung jatuh hati dengan penuturan tertulisnya yang lembut, santun, padat, lengkap, terkadang lucu, dan tentu saja ditopang oleh ilmu yang mumpuni.Buku ini merupakan pilihan yang tepat untuk siapapun yang ingin membina rumah tangga ataupun tengah menjalaninya, menjadi panduan dan pengingat untuk tak ragu dan malu membudayakan romantisme dalam rumah tangga, bagaimana membinanya atas dasar cinta kepada Allah dengan tetap berpijak pada aturan aturanNya serta menjadikan pola romantisme Rasulullah SAW sebagai contoh teladan.Membaca buku ini, pada beberapa bagiannya tak urung membuat saya tertohok, betapa romantisme saya dan suami masih kalah jauuuh dibandingkan romantisme yang dicontohkan Rasulullah SAW dalam rumah tangganya, dan betapa banyak hari terlewati dimana rutinitas kesibukan terkadang membuat kami terlupa romantis Sebagai sebuah buku motivasi dan inspirasi Islami tentang rumah tangga, buku ini nyaris tanpa cacat Hanya saja kalau boleh menyarankan, bab 1 yang memaparkan tentang persiapan menjelang akad dan hari hari pertama pasca akad nikah, mungkin bisa dibuat pada buku terpisah untuk mempertajam segmentasinya, dimana pembahasan tersebut memang ditujukan untuk mereka yang belum berumah tangga Karena jujur saja, pembahasan tentang hubungan seksual suami istri yang cukup gamblang dalam buku ini, meskipun dituturkan dengan sangat santun, lembut, dan Islami, serta meskipun usia pernikahan saya sudah 12 tahun, tetap ada rasa rasa yang gimanaa gitu saat membacanya Nah, apalagi kalau bagian ini dibaca oleh mereka yang belum menikah ya Jangan jangan langsung kepingin, haha, kepingin nikah maksudnya p


  5. A.A. Muizz A.A. Muizz says:

    Buku ini memuat bagaimana membangun romantisme dalam pernikahan, sejak mulai mau menikah hingga pernikahan berlangsung bertahun tahun.Dituturkan dengan bahasa sederhana, tanpa banyak metafora Saya lebih menyukai buku ini ddaripada buku sejenis karya Salim A Fillah Lebih nyaman dibaca dan lebih mudah dipahami.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


10 thoughts on “Malam Janganlah Cepat Berlalu

  1. Eyiazzahra Fathurahman Eyiazzahra Fathurahman says:

    Judul Buku Malam Janganlah Cepat Berlalu, Mentari Perlahanlah SejenakPenulis Hatta Syamsuddin, Lc.Penerbit Indiva Media KreasiTahun Terbit 2013Tebal Buku 344 halamanUkuran Buku 19 cmISBN 978 602 1614 04 4Harga Buku Rp45.000, Malam Janganlah Cepat Berlalu, Mentari Perlahanlah Sejenak Pernikahan adalah sebuah muara kasih sayang antara dua insan manusia, tempat melabuhkan segala cinta, rindu, dan kehangatan Nikmatnya pernikahan senantiasa menjelma keromantisan dan saat saat baha Judul Buku Malam Janganlah Cepat Berlalu, Mentari Perlahanlah SejenakPenulis Hatta Syamsuddin, Lc.Penerbit Indiva Media KreasiTahun Terbit 2013Tebal Buku 344 halamanUkuran Buku 19 cmISBN 978 602 1614 04 4Harga Buku Rp45.000, Malam Janganlah Cepat Berlalu, Mentari Perlahanlah Sejenak Pernikahan adalah sebuah muara kasih sayang antara dua insan manusia, tempat melabuhkan segala cinta, rindu, dan kehangatan Nikmatnya pernikahan senantiasa menjelma keromantisan dan saat saat bahagia nan menggetarkan jiwa Nikmat dari Sang Pencipta yang tidak hanya memberikan kebahagiaan jiwa dan raga, namun juga pahala yang melimpah Begitu indahnya percintaan yang dilandasi keimanan, senantiasa menumbuhkan harap agar malam jangan cepat berlalu, dan mentari perlahanlah sejenak agar ritme cinta menjadi lebih panjang Alangkah urgennya keromantisan untuk menghidupkan keharmonisan dalam rumah tangga Namun, tidak semua pasangan berhasil mewujudkan keromantisan tersebut Banyak pasangan pengantin baru yang masih sangat malu malu, gelisah, atau tidak percaya diri untuk bereksplorasi dalam hubungan rumah tangganya Pun tak sedikit pasangan yang sudah lama menikah menganggap keromantisan itu sebagai bagian dari aktivitas pasangan muda saja Tidak hanya itu, keromantisan juga dianggap sebagai hal yang tabu Tidak sedikit teman teman kita para aktivis yang memiliki jam terbang tinggi menganggap bahwa sikap romantis sebagai hal yang berlebihan, meniru kebiasaan orang Barat, melenakan dari mengingat Allah, bahkan out of date kadaluarsa Padahal, sikap romantis adalah bagian penting dalam membina kelanggengan rumah tangga yang merupakan salah satu jalan menuju syurga Bahkan Rasulullah pun telah mencontohkan langsung keromantisan itu bersama istri istri beliau Romantis, bisa dimulai dari hal hal kecil Tak perlu mahal, tak perlu gengsi Mari membuat suasana rumah menjadi lebih indah bersama pasangan kita Agar yang pengantin baru lebih menikmati bulan madunya dan bagi yang sudah lama menikah bisa kembali merasakan manisnya romansa cinta bersama si dia Buku ini memuat materi yang menurut saya sangat penting bagi pasangan suami istri, baik bagi mereka yang sudah lama membina rumah tangga maupun para pengantin baru Banyak ilmu dan nasihat mengenai kiat kiat menghidupkan aura romantis dan kehangatan rumah tangga, kadang membuat kening berkerut karena serius penuturannya, kadang juga membuat pipi bersemu membaca bahasannya yang memang super romantis dan kadang blak blakan namun tetap dengan gaya penuturan yang syar i Gaya bahasanya runut, padat, dan memikat Banyak kisah romantisme ala Nabi dan beberapa sahabat dikisahkan dalam buku ini Banyak pula anggapan negatif yang sering beredar di masyarakat mengenai berbagai hal terkait romantisme disertai langsung dengan sanggahan dan alasan berupa hadits shahih dan contohnya dari Rasulullah Tips tips yang diberikan bagi para pengantin baru maupun yang sudah menikah juga komplit dalam buku ini, baik itu yang bersifat jasmani maupun ruhani Setiap ulasannya adalah hal yang mudah dan bisa diterapkan untuk para pasangan yang menginginkan kehangatan dan kelanggengan bagi rumah tangga mereka Sangat menginspirasi untuk segera menerapkan tiap tipsnya dalam kehidupan sehari hari Akan tetapi, menurut saya buku ini kurang merangkul semua aspek pembaca karena gaya bahasanya yang agak berat Bahasa, penuturan atau istilah istilah yang digunakan kurang membumi untuk masyarakat awam atau bagi sebagian pembaca yang sehari hari bahasanya memang bahasa gaul Memang tujuannya adalah bagi mereka yang sedang bersiap untuk pernikahan dan yang sudah menikah, tapi tetap saja bahasanya lebih mengena untuk mereka yang intelek, terutama para aktivis dakwah Atau memang tujuan utama dari penulis buku ini memang ditujukan kepada mereka teman teman aktivis dakwah yang kadang malu untuk bersikap romantis terhadap pasangan Wallahu alam Yang jelas, setiap penulis memang memiliki ciri dan gaya bahasa masing masing yang menjadi pembeda antara penulis yang satu dengan yang lain Gaya bahasa buku ini yang padat tetap menjadikannya bahasa yang indah dan sarat ilmu Terlebih, buku ini memang disusun tatkala penulis menempuh perkuliahan pada jarak yang jauh terpisah dengan istri dan keluarga, menjadikan buku ini lebih berbobot karena pastinya melibatkan emosi yang sarat kerinduan dari penulis terhadap keluarga tercinta Sebagai pembanding, saya membaca sebuah buku dengan tema yang kurang lebih sama karya terbitan Indiva juga, yaitu buku Cintai Aku Meski Ku Tak Sempurna Buku yang satu ini merupakan buku terjemahan, dibagi menjadi dua bab besar Bab pertama lebih fokus kepada tips tips untuk kebahagiaan rumah tangga dan bab kedua fokusnya kepada fase fase pernikahan Penulis aslinya memang dari Timur Tengah sehingga gaya bahasa yang digunakan lebih berat lagi Kedua duanya sama bagusnya, sarat dengan ilmu dan pengetahuan tentang seluk beluk rumah tangga Namun jika ingin lebih komplek, maka saya lebih memilih buku Malam Jangnlah Cepat Berlalu, Mentari Perlahanlah Sejenak Bahasannya lebih lengkap dan terperinci, mudah, dan tips tipsnya lebih banyak Akhirnya, saya menyarankan kepada para pembaca, teman teman yang sedang menyiapkan pernikahan maupun kepada mereka yang sudah lama menjalani bahtera rumah tangga, untuk membaca buku ini sebagai salah satu rujukan untuk membina rumah tangga yang romantis, hangat dan semarak dengan kasih sayang yang berlandaskan kepada keimanan demi mendulang pahala syurga Jadi, bagi teman teman yang menganggap romantisme dengan segala perwujudannya merupakan sikap yang tasyabuh dan berlebih lebihan, mari meluruskan pemahaman kita melalui buku ini Insya Allah, banyak ilmu dan kiat menarik yang bisa kita dapatkan Romantis itu penting, romantis itu milik semua orang, tua maupun muda Romantis itu indah _.Sekian ulasan saya, semoga resensi ini bermanfaat Selamat membaca, selamat mewujudkan rumah tangga romantis penuh berkah dan pahala


  2. Afifah Afifah says:

    Yang menarik dari buku ini, sekaligus membedakan dengan buku buku pernikahan lainnya, adalah banyaknya nash syar i yang jarang saya dengar sebelumnya Membaca buku ini benar benar membuat saya lebih mengerti tentang pernak pernik pernikahan Hanya, bahasanya yang cowok sekali, sering membuat wajah saya memanas karena malu Tampaknya, buku ini memang lebih cocok dibaca kaum Adam Tapi, kaum perempuan juga tak masalah, membelikan untuk suaminya D


  3. Leyla Hana Leyla Hana says:

    Di sebuah mall di kawasan Depok, terlihat sepasang muda mudi yang belum menikah, bergandengan tangan dan sesekali berpelukan, tak peduli oleh tatapan mata penuh tanya dari orang orang di sekitarnya Di belakang mereka, sepasang suami istri justru hanya berjalan bersisian tanpa ada kontak fisik yang menunjukkan bahwa mereka sudah menikah Mengapa pasangan yang statusnya masih pacaran itu bisa lebih romantis daripada pasangan yang sudah menikah Kenyataannya, banyak yang begitu Terutama dari piha Di sebuah mall di kawasan Depok, terlihat sepasang muda mudi yang belum menikah, bergandengan tangan dan sesekali berpelukan, tak peduli oleh tatapan mata penuh tanya dari orang orang di sekitarnya Di belakang mereka, sepasang suami istri justru hanya berjalan bersisian tanpa ada kontak fisik yang menunjukkan bahwa mereka sudah menikah Mengapa pasangan yang statusnya masih pacaran itu bisa lebih romantis daripada pasangan yang sudah menikah Kenyataannya, banyak yang begitu Terutama dari pihak suami Setelah menikah, banyak suami yang enggan untuk menunjukkan romantisme kepada istrinya Bukankah seharusnya justru lebih romantis dibandingkan dengan sebelum menikah Sedangkan para istri tak kalah abainya, dengan alasan pekerjaan rumah tangga dan anak anak yang begitu menguras tenaga, istri istri berkurang kepedulian kepada suaminya Ah, kita kan sudah menikah, buat apa romantis romantisan lagi begitu dalih pasangan suami istri yang menolak paham romantis Rumah tangga dakwah, apalagi Terlalu banyaknya agenda dakwah membuat waktu untuk keluarga semakin berkurang Romantisme dianggap sebagai pekerjaan sia sia yang tak ada nilai ibadahnya Bahkan dapat melalaikan kita dari beribadah kepada Allah Swt Benarkah begitu Mestinya, setelah menikah, suami istri justru lebih bertambah keromantisannya, karena pernikahan harus terus dipupuk agar tetap berjalan di jalur yang aman Tak heran, banyak pasangan suami istri yang mengalami kejenuhan berumahtangga setelah bertahun tahun bersama, bahkan tak jarang pasangan suami istri yang bercerai hanya untuk mendapatkan getar getar cinta seperti waktu masih pengantin baru Mereka berpikir getar getar cinta itu bisa didapatkan dari pasangan yang baru Istilahnya, kalau dengan istri yang lama itu sudah tidak nyetrum lagi Dilatarbelakangi oleh fenomena berkurangnya keromantisan suami istri itulah, penulis yang juga seorang Ustadz ini, menuliskan sebuah buku berjudul Malam, Janganlah Cepat Berlalu Mentari, Perlahanlah Sejenak Dari judulnya saja sudah terasa aura romantisnya Penulis ingin mengkampanyekan romantisme suami istri dengan mengangkat empat puluh inspirasi romantis dari rumah tangga Nabi Muhammad Saw Rasulullah adalah suami yang paling romantis Hal itu diakui oleh istri istrinya Bagi para ummahatul mukminin, beliau bukan sekadar suami yang biasa Beliau adalah suami yang romantis dengan segenap arti yang bisa diwakili oleh kata romantis halaman 18 Keempat puluh inspirasi romantis itu dapat dirangkum ke dalam beberapa poin berikut ini Pertama, romantis itu dimulai sejak sebelum menikah dan tak memiliki waktu berakhir.Bagaimana bisa menerapkan romantisme bila menikah saja belum Terlebih lagi bagi pasangan yang menikah tanpa pacaran Buku ini menjelaskan beberapa cara memunculkan romantisme menjelang akad nikah Sesuatu yang dijalani oleh hati, pikiran, dan niat yang bersih, bahwa pernikahan yang akan dijalani semata mata hanya untuk beribadah kepada Nya Setelah menikah dan hingga bertahun tahun lamanya, romantisme harus terus dipertahankan sebagai pupuk pernikahan agar bunganya senantiasa mekar Kedua, romantis itu tidak perlu mahal.Kebanyakan dari kita berpikir bahwa romantis itu memerlukan biaya Makan di kapal pesiar, membelikan hadiah hadiah mahal, bulan madu ke luar negeri, dan sebagainya Buku ini memberikan solusi romantisme tanpa biaya mahal tetapi berkesan Sebagai contohnya adalah minum dari gelas yang sama secara bergantian, sebagaimana yang dicontohkan oleh Baginda Rasulullah SAW bersama dengan Aisyah Ra Segelas berdua, insya Allah membawa berkah Tidak harus hilang semua dahaga halaman 56 Ketiga, romantis itu dalam rangka beribadah kepada Allah Swt Tujuan melakukan romantisme itu sudah tentu untuk beribadah kepada Allah Swt, jadi jangan sampai sikap sikap romantis terhadap pasangan justru menghalangi kita untuk beribadah kepada Allah Swt Banyak ikhwah yang berguguran di jalan dakwah, justru setelah menikah Dengan alasan mendahulukan kepentingan keluarga, mereka berkurang semangatnya dalam berdakwah Yang tadinya rutin ikut taklim, menjadi bolong bolong Yang tadinya tilawah sehari satu juz, menjadi beberapa hari sekali Yang tadinya rutin salat malam, menjadi tidak salat malam sama sekali Sungguh amat disayangkan bila sikap romantisme yang ingin kita tunjukkan kepada pasangan, justru menjauhkan kita dari Allah Swt Keempat, romantis itu memang berhubungan dengan penampilan fisik Seseorang pernah bertanya kepada saya, apakah hanya lelaki tampan dan wanita cantik saja yang ditakdirkan untuk bisa bersikap romantis Bagaimana dengan orang orang yang tak memiliki paras rupawan Kuncinya, bukanlah paras rupawan Pada dasarnya memang romantisme berkaitan dengan penampilan fisik, karena daya tarik fisik itulah yang dapat memancing gairah Untuk itulah, pasangan suami istri disunahkan berhias untuk pasangannya masing masing Tuntutan berhias sering kali ditujukan kepada istri, padahal suami pun harus berhias untuk istri Berhias bukanlah monopoli kaum perempuan, tetapi kaum lelaki juga diseyogyakan untuk berhias Hal ini disebabkan perempuan juga mempunyai fitrah menyukai memandang laki laki yang tampil menarik halaman 164 Sebelum rumah tangga Anda karam karena berkurangnya romantisme terhadap pasangan, bacalah buku ini Nikmati penjelasan penjelasan penulis yang disesuaiakan dengan kondisi terkini, serta ringan untuk dicerna Dan akhirnya, saya harus memberitahu bahwa suami istri yang kurang romantis di bagian awal resensi ini adalah saya dan suami saya Untuk itulah, saya membeli dan membaca buku ini Sesungguhnya orang yang terbaik di antara kamu adalah yang paling baik terhadap istrinya Dan aku adalah yang terbaik pada istri dari kamu sekalian HR Tirmidzi dan Ibnu Hibban


  4. Riawani Elyta Riawani Elyta says:

    Apa yang ada di pikiran anda saat mendengar kata romantis Duduk berdua ditemani lilin lilin di restoran temaram sambil mendengar alunan lagu cinta Atau menerima kado seikat bunga dan puisi cinta dari sang terkasih Ataupun romantis hanya milik mereka yang sedang jatuh cinta Buku setebal 344 hal ini akan mengajak kita mengupas sisi sisi romantis pada tempat yang seharusnya dan oleh pemilik yang sah melakukannya Apalagi kalau bukan dilangsungkan di dalam kehidupan berumah tangga dengan suami Apa yang ada di pikiran anda saat mendengar kata romantis Duduk berdua ditemani lilin lilin di restoran temaram sambil mendengar alunan lagu cinta Atau menerima kado seikat bunga dan puisi cinta dari sang terkasih Ataupun romantis hanya milik mereka yang sedang jatuh cinta Buku setebal 344 hal ini akan mengajak kita mengupas sisi sisi romantis pada tempat yang seharusnya dan oleh pemilik yang sah melakukannya Apalagi kalau bukan dilangsungkan di dalam kehidupan berumah tangga dengan suami dan istri sebagai pelakunya Juga yang tak kalah penting, romantisme ala rumah tangga Rasulullah SAW yang tentunya sangat layak untuk diteladani.Buku ini dibuka dengan pemahaman mendasar tentang romantisme yang akan menjawab pertanyaan pertanyaan berikut Siapa yang berhak melakukannya Sampai kapan Seperti apa bentuknya Dan yang paling penting mengapa harus ada romantisme di dalam rumah tangga Bab 1 akan memulai perjalanan romantisme sejak akad diikrarkan Di sini, penulis memberi tips tips yang dalam buku ini disebut sebagai inspirasi, tentang bagaimana sebaiknya calon pengantin mempersiapkan diri menghadapi momen penting tersebut, dan bagaimana memulai romantisme dengan pasangan.Bab 2 yang judulnya diambil menjadi judul buku ini, adalah bab yang paling membuat panas dingin dan detak napas yang beberapa kali menggantung di udara Kenapa Karena inilah bab yang mengupas tuntas tentang hubungan intim suami istri mulai dari tahap persiapan, landasan syariatnya, bagaimana melakukannya dengan cara yang benar sesuai koridor agama maupun medis, serta efek psikologis yang menyertainya.Bab 3 berisi anjuran anjuran untuk pengantin baru dalam hal keterbukaan dan silaturahim dengan keluarga kedua belah pihak Panduan untuk lebih mengenal satu sama lain dengan melakukan perjalanan bersama dibahas pula pada bab selanjutnya Bab 5 akan mengupas berbagai jenis aktivitas duniawi yang dapat dilakukan berdua dalam rangka mempererat hubungan dan memperkuat romantisme, disusul dengan berbagai aktivitas religious yang dapat dilakukan bersama pada bab 6.Bab 7 pula semakin mengeksplorasi romantisme dengan menyajikan berbagai contoh kreativitas untuk mempertahankan atau bahkan meningkatkan romantisme Buku ini ditutup dengan bab 8 yang memaparkan hal hal terkait bahasa tubuh, ekspresi wajah, ucapan lisan dan sikap yang dapat memperkuat getaran cinta Dan untuk romantisme yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW, akan kita temukan menyebar dalam setiap babnya sesuai dengan pembahasan pada masing masing bab.Ini kali pertama saya membaca buku karya ustaz Hatta Syamsuddin, dan saya langsung jatuh hati dengan penuturan tertulisnya yang lembut, santun, padat, lengkap, terkadang lucu, dan tentu saja ditopang oleh ilmu yang mumpuni.Buku ini merupakan pilihan yang tepat untuk siapapun yang ingin membina rumah tangga ataupun tengah menjalaninya, menjadi panduan dan pengingat untuk tak ragu dan malu membudayakan romantisme dalam rumah tangga, bagaimana membinanya atas dasar cinta kepada Allah dengan tetap berpijak pada aturan aturanNya serta menjadikan pola romantisme Rasulullah SAW sebagai contoh teladan.Membaca buku ini, pada beberapa bagiannya tak urung membuat saya tertohok, betapa romantisme saya dan suami masih kalah jauuuh dibandingkan romantisme yang dicontohkan Rasulullah SAW dalam rumah tangganya, dan betapa banyak hari terlewati dimana rutinitas kesibukan terkadang membuat kami terlupa romantis Sebagai sebuah buku motivasi dan inspirasi Islami tentang rumah tangga, buku ini nyaris tanpa cacat Hanya saja kalau boleh menyarankan, bab 1 yang memaparkan tentang persiapan menjelang akad dan hari hari pertama pasca akad nikah, mungkin bisa dibuat pada buku terpisah untuk mempertajam segmentasinya, dimana pembahasan tersebut memang ditujukan untuk mereka yang belum berumah tangga Karena jujur saja, pembahasan tentang hubungan seksual suami istri yang cukup gamblang dalam buku ini, meskipun dituturkan dengan sangat santun, lembut, dan Islami, serta meskipun usia pernikahan saya sudah 12 tahun, tetap ada rasa rasa yang gimanaa gitu saat membacanya Nah, apalagi kalau bagian ini dibaca oleh mereka yang belum menikah ya Jangan jangan langsung kepingin, haha, kepingin nikah maksudnya p


  5. A.A. Muizz A.A. Muizz says:

    Buku ini memuat bagaimana membangun romantisme dalam pernikahan, sejak mulai mau menikah hingga pernikahan berlangsung bertahun tahun.Dituturkan dengan bahasa sederhana, tanpa banyak metafora Saya lebih menyukai buku ini ddaripada buku sejenis karya Salim A Fillah Lebih nyaman dibaca dan lebih mudah dipahami.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *