Perempuan Kembang Jepun

Perempuan Kembang Jepun PDF/EPUB ↠ Perempuan Kembang

Perempuan Kembang Jepun [PDF / Epub] ✈ Perempuan Kembang Jepun ☀ Lan Fang – Polishdarling.co.uk Walau menurut banyak orang % kepala laki laki berisi uang dan seks, dan % sisanya cinta dan kebersamaan ada di kepala perempuan, novel ini bukan sekadar bercerita tentang uang dan seks Uang memang dib Walau menurut banyak orang % kepala laki laki berisi uang dan seks, dan % sisanya cinta dan kebersamaan ada di kepala perempuan, novel ini bukan sekadar bercerita tentang uang dan seks Uang memang dibutuhkan dan seks memang dinikmati, tapi dalam cinta dan kebersamaan itulah Sang Hidup meletakkan sebuah artiDengan latar belakang kawasan Kembang Jepun di Surabaya pada tahunan, novel ini bercerita tentang Tjoa Kim Hwa, yang selalu berkedok untuk uang dan seksSulis, yang selalu menuntut uang dan seksLestari, yang tidak butuh uang dan seksKaguya, yang lahir karena uang dan seksTapiMatsumi masih mencari kehakikian cinta Ternyata ada cinta Perempuan Kembang eBook ☆ yang layak dipertahankan, ada cinta yang harus diperjuangkan, ada cinta yang harus dilupakanMatsumi merindukan kebersamaan Ternyata ada kebersamaan yang gelisah, ada kebersamaan yang hampa, ada kebersamaan yang tanpa apa apa tanpa uang dan seksAda laki laki dan perempuanAda tua dan mudaAda anak dan orangtuaDalam novel ini, ada uang, seks, sekaligus cinta dan kebersamaanA WARNA HIDUP Karakter karakter dalam Perempuan Kembang Jepun adalah kuat dan hidup dengan gaya penceritaan seperti tokoh yang bertuturTema pencarian cinta sangat kuat dalam novel ini Dengan latar belakang kota Surabaya di tahunan dan tahunan, simak kisah anak yang mencari cinta ibu, ibu mencari cinta anak, suami mencari cinta istri, dan seorang geisha yang mencari cinta sejati.


10 thoughts on “Perempuan Kembang Jepun

  1. Endah Endah says:

    Membaca judul novel ini, yang pertama kali saya ingat adalah novel karya Remy Sylado Kembang Jepun 2000 Judul yang sangat mirip Entah kenapa Lan Fang memilih judul tersebut untuk novel teranyarnya ini Padahal, kemiripan seperti itu kerap menuai tuduhan atau kecurigaan peniruan dan risiko untuk diperbandingkan Ternyata bukan hanya judul yang nyaris sama, ceritanyapun hampir mirip juga Yakni, riwayat seorang perempuan penghibur di kawasan Jalan Kembang Jepun,tak jauh dari Jembatan Me Membaca judul novel ini, yang pertama kali saya ingat adalah novel karya Remy Sylado Kembang Jepun 2000 Judul yang sangat mirip Entah kenapa Lan Fang memilih judul tersebut untuk novel teranyarnya ini Padahal, kemiripan seperti itu kerap menuai tuduhan atau kecurigaan peniruan dan risiko untuk diperbandingkan Ternyata bukan hanya judul yang nyaris sama, ceritanyapun hampir mirip juga Yakni, riwayat seorang perempuan penghibur di kawasan Jalan Kembang Jepun,tak jauh dari Jembatan Merah, Surabaya Kembang Jepun adalah sebutan bagi para gadis di kelab kelab hiburan milik orang orang Jepang Gadis gadis itu dilatih dan dipekerjakan tak ubahnya geisha di Jepang Mereka bukan saja berasal dari Jepang, tetapi juga Cina, Manado, dan Jawa Mengambil latar belakang Surabaya tahun 1940 an, novel ini menggelar kisah cinta segitiga antara Sujono, Sulis, dan Matsumi Dituturkan secara flash back dengan masing masing tokoh dibiarkan bercerita sendiri Gaya penulisan seperti ini bisa kita temui pada Para Priyayi Umar Kayam Segi tiga cinta itu berpusat pada lelaki Jawa bernama Sujono, seorang buruh angkat kain di sebuah toko milik seorang saudagar Cina, Babah Oen Bekerja sebagai buruh kasar bukanlah cita cita Sujono Ia sebetulnya kepingin betul jadi tentara, memerangi Belanda, membela tanah air Namun, karena hambatan pendidikan ia tak menamatkan sekolah menengahnya maka cita cita tersebut harus dikubur dalam dalam Agak sedikit mengherankan dan mengundang pertanyaan apakah pada masa itu, di saat tanah air membutuhkan banyak sukarelawan, untuk bergabung menjadi tentara seseorang harus lulus sekolah menengah dulu Tapi baiklah, kita lanjutkan saja Berikutnya, Sujono berjumpa Sulis, gadis belia penjual jamu gendong yang sering mampir menawarkan jualannya di toko Babah Oen Lantaran sering bertemu, api asamarapun memercik di antara kedua anak muda itu sampai Sulis hamil dan memaksa Sujono untuk mengawininya Kehidupan perkawinan mereka tak semulus yang dibayangkan Sulis Di mata Sulis, Sujono berubah drastis menjelma lelaki kasar, suami tak bertanggungjawab Disebutkan bahwa Sulis berasal dari Blitar Kedua orang tuanya bekerja sebagai kuli sawah petani penggarap milik seorang tuan tanah Belanda Disebutkan pula, bahwa Sulis tak tamat sekolah menengah sehingga hanya bisa jadi penjual jamu gendong di Surabaya Kalimat tak tamat sekolah menengah mengandung dua pengertian Pertama, bisa berarti bahwa Sulis pernah sekolah menengah tapi tak sampai tamat Kedua, Sulis hanya tamatan sekolah dasar saja Sekali lagi, ihwal sekolah ini terasa sedikit mengganjal Pada zaman itu, amat jarang anak perempuan bisa sekolah Jikapun ada, biasanya mereka adalah anak anak priyayi di kota Sedangkan Sulis hanyalah anak seorang petani miskin di desa dengan lima orang adik yang masih kecil kecil Aalangkah beruntungnya ia masih sempat menikmati kemewahan bangku sekolah Meskipun sekadar sekolah rakyat misalnya Kemudian, Sujono bertemu Matsumi, seorang geisha, di kelab hiburan kepunyaan Hanada san yang merupakan kelab hiburan termahal di Jl Kembang Jepun Kedua insan berlainan bangsa itu tanpa mampu dicegah saling jatuh cinta Matsumi hamil dan Sujono dengan senang hati menikahinya Ketika situasi keamanan di Surabaya morat marit menyusul kekalahan Jepang dari Sekutu yang mengharuskan tentara Jepang meninggalkan Indonesia, Matsumi pun turut melarikan diri kembali ke kampung halamannya Ia tinggalkan suaminya, Sujono, beserta anak perempuan mereka, Kaguya Gaya penulisan yang membiarkan masing masing tokoh bercerita sendiri sebagai aku jika digarap dengan baik akan jadi sangat menarik karena pembaca mendapatkan beragam versi melalui sudut pandang para tokoh tersebut Namun, akan jadi menjemukan apa bila yang tertuang hanya merupakan pengulangan pengulangan tanpa greget Pada Perempuan Kembang Jepun ini, celakanya justru hal kedua yang terjadi Lan Fang menggempur pembaca dengan penderitaan bertubi tubi para tokoh perempuannya Sulis, Matsumi, Lestari akibat ulah seorang lelaki bajingan Sujono Alhasil, alih alih tersentuh, malah terasa melelahkan menamatkan novel ini Seperti menonton tayangan telenovela Pun upaya menampilkan ilustrasi melalui foto foto hitam putih akan lebih pas apabila yang dipajang adalah foto foto bernilai sejarah Surabaya 1940 an , bukan foto foto diri Lan Fang dalam balutan kimono dan tata rias ala geisha Selain kurang perlu, juga telah merenggut kebebasan berimajinasi satu kenikmatan yang diperoleh dari membaca


  2. htanzil htanzil says:

    Kembang Jepun adalah nama sebuah kawasan di kota Surabaya Entah didapat dari mana asal muasal istilah Kembang Jepun Konon, di jaman Jepang kawasan ini adalah tempat berkumpulnya para serdadu Jepang untuk mencari hiburan lengkap dengan kembang kembang gadis gadis yang setia menghibur serdadu serdadu dan penguasa Jepang yang saat itu lazim disebut Jepun sehingga kemudian daerah itu dinamakan Kembang Jepun yang berarti kembangnya jepang Selain itu Kembang Jepun sejak jaman Belanda dan Je Kembang Jepun adalah nama sebuah kawasan di kota Surabaya Entah didapat dari mana asal muasal istilah Kembang Jepun Konon, di jaman Jepang kawasan ini adalah tempat berkumpulnya para serdadu Jepang untuk mencari hiburan lengkap dengan kembang kembang gadis gadis yang setia menghibur serdadu serdadu dan penguasa Jepang yang saat itu lazim disebut Jepun sehingga kemudian daerah itu dinamakan Kembang Jepun yang berarti kembangnya jepang Selain itu Kembang Jepun sejak jaman Belanda dan Jepang juga dikenal sebagai kawasan perdagangan yang banyak didiami oleh orang orang China Mereka membuka toko toko dan restoran lengkap dengan tempat hiburan malamnya, bahkan hingga kini Kembang Jepun merupakan daerah sentra perdagangan terbesar di Surabaya dan juga dikenal sebagai China Town nya Surabaya.Ketenaran dan legenda kawasan ini pula setidaknya telah mengilhami para sastrawan untuk berkreasi berdasarkan legenda yang menyelimutinya Sebut saja sastrawan senior Remy Sylado yang pada tahun 2003 menerbitkan novel berjudul Kembang Jepun , Kini di tahun 2006 ini penulis asal Surabaya Lan Fang melahirkan sebuah novel yang memiliki judul yang hampir sama dengan novel Remy Sylado Novel keempat Lan Fang yang kabarnya dikerjakan selama 3 tahun ini diberinya judul Perempuan Kembang Jepun Dengan latar belakang kawasan Kembang Jepun di Surabaya pada tahun 1940 an, novel ini bercerita tentang tokoh Matsumi, seorang perempuan Jepang yang berprofesi sebagai geisha Matsumi adalah wanita cantik yang lahir dari sebuah keluarga miskin di Jepang, kemiskinannya membuat dirinya dijual oleh keluarganya sebagai geisha di distrik Gion di Kyoto Matsumi tumbuh menjadi geisha yang berbakat Berkat kecantikan dan kemahirannya dalam memainkan shamisen, bernyanyi, membaca puisi, menemani tamu, memijat, hingga memuaskan hasrat seks para tamunya, lambat laun ia menjadi seorang geisha yang terkenal di Kyoto Pada saat puncak ketenarannya itulah Matsumi ditawari untuk mengikuti Shosho Kobayashi ke Indonesia Baginya ini adalah kesempatan emas karena Shosho Kobayashi akan memegang peranan posisi penting di Indonesia selaku panglima perang tentara Jepang Hal ini berarti Matsumi akan menjadi perempuan penting.Karena geisha hanya ada di Jepang sedangkan jika ada perempuan Jepang yang menjadi penghibur di luar Jepang dianggap merendahkan martabat bangsanya, maka Matsumi masuk ke Indonesia dengan menyamar sebagai wanita China dengan nama Tjoa Kim Hwa.Sesampai di Surabaya Matsumi menjadi wanita penghibur di klub hiburan milik Hanada San yang melayani Sosoho Kobayasi dan tamu tamu penting lainnya di kawasan Kembang JepunDi klub hiburan Hanada san Matsumi beremu dengan Sujono, seorang kuli angkut kain yang bekerja di Toko Babah Oen yang kerap menantar kain di tempat Matsumi bekerja Sujono memang sangat lihai memikat hati wanita, lambat laun Matsumi jatuh ke pelukan Sujono Matsumi sadar bahwa Sujono telah beristri dan memiliki anak, namun ia tak kuasa menahan bujuk rayu Sujono yang piawai meluluhkan hatinya Belum lagi Matsumi berkeyakinan jika ia tinggal bersama Sujono maka ia akan membentuk sebuah keluarga yang indah dan membuat dirinya menjadi seorang perempuan yang utuh dan melayani suami Dari hubungan tersebut kemudian lahirkan seorang anak perempuan bernama Lestari Namun apa yang diidam idamkan Matsumi untuk membentuk keluarga yang indah dengan Sujono sangat jauh dari kenyataan Lambat laun sifat buruk Sujono terungkap Sujono yang gila sex lebih menikmati keindahan tubuh Matsumi dibanding bertanggung jawab terhap pemenuhan kebutuhan pokok keluarga yang telah dibentuknya Walau Sujono mencintai Matsumi namun baginya Matsumi hanyalah pemuas nafsu sex nya dan pelarian dari kehidupan rumah tangganya dengan istirnya Sulis yang kerap diwarnai pertengkaran.Pekerjaan Sujono sebagai seorang kuli tentu saja tak bisa memenuhi kebutuhan dua istrinya Matsumi terpaksa menggunakan uang tabungannya untuk memenuhi kebutuhan pokoknya Di sinilah konflik mulai meruncing Ketika tabungan Matsumi habis, sedangkan Sujono tetap tak berusaha untuk memenuhi kebutuhannya, akhirnya setelah Jepang kalah Matsumi lari meninggalkan Sujono Matsumi kembali ke negaranya dengan meninggalkan anak dan suaminya Tema pencarian cinta sangat kuat dalam novel ini Ibu mencari anak, anak mencari ibu, suami mencari cinta istri, dan seorang geisha mencari cinta sejati Lan Fang menyuguhkan novel ini dengan menarik Selain tokoh Matsumi dan Sujono, novel ini mengupas juga kehidupan tokoh tokoh lain yang masing masing diceritakan dalam bab bab tersendiri.Pada tiap bab, penutur ceritanya adalah tokoh yang menjadi kupasan pada bab tersebut Jadi novel ini memiliki bab bab tersendiri yang mengisahkan dan mengungkap karakter karakter Sulis, Matsumi, Tjoa Kim Hwa, Sujono, dan Lestari Hampir seluruh tokoh digambarkan secara kelam dan memiliki pilihan pilihan hidup yang salah dan sulit untuk dijalani..Dengan adanya bab bab tersendiri dari masing masing tokoh dalam novel ini, maka semua karakter tokoh yang muncul tereksplorasi dengan baik, dan masing masing peristiwa dilihat dari sudut pandang tokohnya masing masing Membacanya seperti menyusun sebuah rangkaian puzzle yang lambat laun akan memberikan gambaran utuh dari kisah dalam novel ini.Dibalik kisah cinta yang pedih, novel ini juga mengungkap bagaimana kejinya para tentara tentara Jepang dalam memuaskan nagsu berahi mereka Seorang wanita penghibur bisa digilir sepuluh hingga lima belas tentara Jepang karena jumlah mereka lebih banyak dibanding wanita penghibur Selain itu merekapun tidak dibayar, alih alih membayar para perempuan itu diberi tempelengan dan siksaan yang diluar peri kemanusiaan.Selain itu novel ini juga menyajikan sekilas kehidupan dan filosofis kehidupan seorang geisha Bagi mereka yang pernah membaca Memoir of Geisha Arthur Golden mungkin bukan hal yang asing, namun bagi yang belum pernah membacanya novel ini setidaknya bisa memberikan gambaran yang cukup jelas mengenai perbedaan seorang geisha dengan wanita penghibur biasa.Untuk memudahkan pembacanya dalam menyelami jalan cerita novel ini secara lebih mendalam, buku ini juga menyajikan beberapa buah foto hitam putih yang menampilkan seorang wanita berpakaian kimono yang tak lain adalah Lan Fang, penulis novel ini.Novel ini memang sarat dengan konflik yang pedih, pembaca akan disuguhkan berbagai rentetan peristiwa yang menyesakkan dada, semua dirangkai dengan kalimat kalimat yang menyentuh dan indah, pilihan kalimat kalimatnya yang puitis sangat pas dalam menggambarkan kepedihan yang dialami oleh tokoh tokohnya Karakter karakter tokohnya juga begitu kuat dan hidup sehingga membuat pembacanya seolah masuk dalam cerita yang ditulisnya Pembaca akan dibuat bergelora dalam birahi, menangis, kesal, dan marah melalui karakter dan pengalaman para tokoh tokohnyaNamun tentunya novel ini tidak dimaksudkan untuk membuat pembacanya tercekat dalam kepedihan para tokoh tokohnya, ada berbagai makna yang bisa diambil dari novel yang menguras air mata ini Setidaknya novel ini menyadarkan pembacanya bahwa uang dan seks bukanlah segala galanya Masih ada yang harus dicari dan dipertahankan yaitu cinta Bukan sekedar cinta yang dirangkai dengan kalimat kalimat manis dan sekedar diwujudkan dalam hubungan seks yang menggelora, melainkan cinta yang dilandasi kasih sejati yang kelak akan membangun rasa kebersamaan dan tanggung jawab dari orang yang dicintainya salam,h_tanzil


  3. Farah Farah says:

    Baru aja bukunya selesai dibaca kemarin.Kesan setelah membaca buku ini, Pengen gua gampar yah itu yang namanya Sujono emosi jiwa kaki naek ke meja dipelototin bos ehem Jadi, spoilernya seperti ini, Perempuan Kembang Jepun itu adalah nama lukisan.Terinspirasi dari buku Kembang Jepun Remy Sylado dan Memoirs of a geisha.Ceritanya sih sebenernya so sinetron Menunjukkan bahwa dunia memang selebar daun kelor Tapi sinetronnya, lebih ke sinetron budget murah di TPI Entah mengapa..Ta Baru aja bukunya selesai dibaca kemarin.Kesan setelah membaca buku ini, Pengen gua gampar yah itu yang namanya Sujono emosi jiwa kaki naek ke meja dipelototin bos ehem Jadi, spoilernya seperti ini, Perempuan Kembang Jepun itu adalah nama lukisan.Terinspirasi dari buku Kembang Jepun Remy Sylado dan Memoirs of a geisha.Ceritanya sih sebenernya so sinetron Menunjukkan bahwa dunia memang selebar daun kelor Tapi sinetronnya, lebih ke sinetron budget murah di TPI Entah mengapa..Tapi untuk penuturan berdasarkan sudut pandang tokohnya, gue akui memang bisa diacungi jempol.Pembaca bisa tahu bagaimana sudut pandang Sulis, Matsumi, dan Sujono, cerita tentang Lestari di masa kecil, dan masa tua Walaupun, tetep aja, sensenya masih kurang kuat.Jadi ada penuturan berdasarkan sudut pandang beberapa tokoh, tapi tetap terasa kalau cara penuturannya berasal dari satu kepala yang sama.Kalau lagi sakit hati sama laki laki, boleh aja baca buku ini Makin memupuk dendam membara, dan akhirnya membuat kita, perempuan mengatakan, Brengsek Emang laki laki dimana mana itu sama aja dengan nada yang begitu geram.Silakan dibaca


  4. Mohammad Sadam Husaen Mohammad Sadam Husaen says:

    Kaguya, semua sudah berlalu Hidup bukan selau menoleh kebelakang, tapi justru selalu berjalan ke depan Tidak ada yang perlu disalahkan Tidak ada yang perlu dikenag Semua ini hanya karena permainan Sang Hidup Lan Fangadalah salah satu penulis wanita yang produktif, tapi sayangnya pada tanggal 25 desember 2011 kemarin, dia membekaskan luka di ranah sastra Indonesia Dia meninggal karena penyakit yang di deritanya.Perempuan kembang jepun, adalah salah satu novel karya Lan Fang yang berbackgrou Kaguya, semua sudah berlalu Hidup bukan selau menoleh kebelakang, tapi justru selalu berjalan ke depan Tidak ada yang perlu disalahkan Tidak ada yang perlu dikenag Semua ini hanya karena permainan Sang Hidup Lan Fangadalah salah satu penulis wanita yang produktif, tapi sayangnya pada tanggal 25 desember 2011 kemarin, dia membekaskan luka di ranah sastra Indonesia Dia meninggal karena penyakit yang di deritanya.Perempuan kembang jepun, adalah salah satu novel karya Lan Fang yang berbackgroud daerah pecinan di surabaya yang dulunya di pakai sebagai tempat hiburan bagi para tentara Jepang Novel yang bercerita mengenai cinta yang bermacam macam ini dibagi menjadi lima bagian serta lengkap dengan prolog dan epilog Lima bagian dari novel kembang jepun ini dibagi menurut kehidupan tokoh tokohnya, Lestari atau Kaguya, Tjoa Kim Hua atau Matsumi, Sulis, dan Sujono.Cerita dalam novel Perempuan Kembang Jepun ini dimulai dengan kehidupan Sulis, seorang penjual jamu gendong di daerah Tanjung Perak Sulis sering kali menjajakan jamunya untuk perempuan perempuan yang ada di rumah bordir daerah Tanjung Perak, tapi lama kelamaan langganan Sulis bukan hanya para perempuan rumah bordir, dia juga menjajakan jamunya kepada para tukang becak yang mangkal di sepanjang daerah Kalimas Timur dan Kalimas Barat.Akhirnya Sulis bertemu dengan Wandi, salah seorang tukang becak yang sering mangkal di daeranya berjualan jamu Wandi yang selalu memberikan uang lebih ketika membeli jamu Sulis selalu mencuri curi untuk memegang tubuh Sulis, akhirnya Wandi dan Sulis pun tenggelam dalam lautan birahi Ketika wandi mengantar Sulis pulang dengan becaknya, Wandi berhenti ditengah jalan Mereka akhirnya melakukan hubungan badan dan Wandi berhasil merenggut keperawanan Sulis.Kegenitan dan kecentilan Sulis ketika berjualan jamu mempertemukannya dengan Sujono seorang kuli angkut kain di toko orang cina yang bernama Babah Oen Sulis merasakan kenikmatan yang berbeda ketika berhubungan badan dengan Sujono di banding berhubungan badan dengan Wandi Sulis pun hamil, dan dia lebih memilih Sujono sebagai ayah dari anak yang dikandungnya Tapi Sujono tidak mau bertanggungjawab atas kehamilan Sulis, dia mengganggap anak yang dikandung Sulis adalah anak Wandi Sulis tetap memaksa dan akhirnya Sujono dipaksa warga kampun menikahi Sulis, karena Sujono dianggap oleh warga kampung telah meniduri Sulis.Pernikahan Sujono dan Sulis tidak berjalan harmonis, Sujono tidak mencintai Sulis dan dia hanya ingin menikmati tubuh Sulis, sampai akhirnya Sulis melahirkan seorang anak laki laki yang dinamai Joko Sujono tetap bersikukuh bahwa Joko bukan anaknya melainkan anak Wandi Pertengkaran demi pertengkaran terjadi dalam rumah tangga Sulis dan Sujono Sulis selau mengganggap Sujono tidak bertanggung jawab karena Sujono tidak mau mencari kerja lagi setelah dia keluar dari tokoh Babah Oen Tapi Sujono tidak mau kalah, pukulan dan tendangan sering Sujono layangkan ke tubuh Sulis.Sujono dengan rasa kesal dan marah karena desakan dari Sulis, memutuskan untuk kembali bekerja di toko Babah Oen Ketika sudah mulai bekerja Sujono tidak sengaja bertemu dengan Matsumi karena Sujono selalu disuruh oleh Babah Oen untuk mengantarkan kain untuk wanita wanita penghibur yang ada di tempat tempah hiburan di sekitar daerah Kembang Jepun Matsumi adalah seorang geisha asal Jepang yang dibawa ke Indonesia atas keinginan Shosho Kobayashi, seorang jendral Jepang yang bertugas di Indonesia Matsumi diberangkatkan ke Indonesia dengan identitas Cina bernama Tjoa Kim Hwa, karena jika Matsumi berangkat ke Indonesia sebagai geisha dengan identitas Jepang itu sama halnya dengan menjelekkan nama Jepang.Pertemuan yang tidak sengaja antara Matsumi dan Sujono membawa getar getar asmara antara mereka berdua Sujono yang tidak tahan lagi untuk bertemu dan mengobrol langsung dengan Matsumi akhirnya mencuri uang di toko Babah Oen, yang akibatnya dia dipecat dari toko itu Sujono sengaja mencuri uang karena jika ingin bertemu dan berbicara langsung dengan Matsumi dia harus membayar mahal, dan akhirnya keinginanya terkabul Matsumi dan Sujono pun akhirnya terlibat cinta, Matsumi selalu memberi uang kepada Sujono agar mereka berdua bisa bertemu.Matsumi yang merasakan gairah yang sama seperti yang dirasakan Sulis ke Sujono, membuat Matsumi semakin mencintai Sujono Sampai akhirnya Matsumi hamil dam memutuskan untuk keluar dari tempat hiburan milik Hanada San yang telah menampungnya sejak Matsumi datang ke Indonesia Hanada San juga seorang warga Jepang yang dipercaya menjaga Matsumi oleh Shosho Kobayashi Hanada San marah mendengan berita kehamilan Matsumi, Hanada San tidak memperbolehkan Matsumi hamil karena seorang geisha tidak boleh hamil dan merasakan cinta Tapi Matsumi tetap besikukuh untuk keluar dari tempat hiburan Hanadan San dan ingin menikah dengan Sujono.Hanada San marah besar terhadap Matsumi, pukulan dan tamparan diterima oleh Matsumi dari Hanada San, tapi Matsumi tidak melawan karena dia memang merasa bersalah, dia rela dipukul asal dia bisa hidup dengan Sujono Akhirnya Matsumi dibiarkan pergi oleh Hanada San.Sujono yang tahu bahwa Matsumi berhasil keluar dari tempat hiburan Hanada San sangat senang, karena dia bisa memiliki Matsumi seutuhnya Matsumi pun membeli sebuah rumah dari hasil uang tabungannya selama menjadi geisha, dia melakukan segala aktifitasnya di dalam rumah dan hanya boleh keluar jika ditemani Sujono, karena Sujono tidak mau Matsumi digoda oleh orang lain Sujono yang masih menghidupi Sulis dan Joko selalu mondar mandir, pagi sampai sore dia habiskan bersama Matsumi, sedangkan malamnya dia pulang ke rumah Sulis.Semenjak bersama Matsumi, Sujono sudah tidak memikirkan pekerjaan, seharian dia bercinta dengan Matsumi dan selalu meminta uang kepada Matsumi untuk membiayai hidupnya dengan Sulis Keseharian Sujono hanya mencumbu dan menemani Matsumi membuat orisuru origami burung khas Jepang sampai Matsumi melahirkan seorang putri cantik yang mereka beri nama Kaguya Kaguya mempunya wajah yang cantik seperti ibunya, Sujono dan Matsumi sangat sayang kepada Kaguya.Tapi Matsumi merasa Sujono semakin menjadi, karena Sujono tetap tidak bekerja dan selalu meminta uang kepada Matsumi Tanpa disadari uang tabungan Matsumi menipis, dan Matsumi memutuskan untuk kembali bekerja ke tempat hiburan milik Hanada San Tapi Sujono tidak mengizinkannya Matsumi merasa kehidupannya semakin berubah, apalagi terdengar bahwa Jepang sudah dikalahkan oleh sekutu Kehidupan Matsumi berubah, akhirnya dia memutuskan untuk meninggalkan Sujono karena dia mengganggap Sujono tak bisa memberikan kebahagiaan lagi kepadanaya.Matsumi sebagai orang Jepang selalu merasa was was, karena setelah Hiroshima dan Nagasaki terkena bom dari sekutu, Jepang merasa kalah Dan semua orang Jepang yang ada di Indonesia dipulangkan kembali ke negaranya Tapi Matsumi di Indonesia tidak memakai identitas Jepang, dia adalah orang Cina bernama Tjoa Kim Hwa Matsumi yang merasa putus asa akhirnya datang ke kelenteng Boen Bio bersama Kaguya, tempat yang dianggap paling aman bagi penggungsi Di sana Matsumi bertemu dengan Tuan Tan, salah seorang pengurus kelenteng Tuan Tan akhirnya tahu bahwa Matsumi adalah orang Jepang dengan identitas samaran Tjoa Kim Hwa Kaguya yang tidak mempunyai identitas yang jelas akhirnya dititipkan oleh Matsumi di kelenteng Hok An Kiong, sebuah kelenteng yang mengurus anak anak yang terlantar Sedangkan Matsumi harus kembali ke Jepang Sujono yang merasa kehilangan Matsumi dan Kaguya akhirnya mencari kemana mana, dan akhirnya dia menemukan Kaguya di kelenteng Hok An Kiong Sujono membawa Kaguya pulang kerumah Sulis, walaupun dia tahu pasti Sulis tidak akan menerimanya.Di rumah Sulis Kaguya selalu menangis mencari Matsumi, Sulis yang tidak mau direpotkan oleh anak hasil selingkuh suaminya itu membentak mentak Kaguya Sedangkan Sujono kembali bekerja, karena dia harus menghidupi Kaguya yang sudah diganti namanya menjadi Lestari agar identits Jepang hilang dari Kaguya Pagi sampai sore Sujono bekerja Sedangkan di rumah, Lestari disiksa oleh Sulis Sampai Lestari beranjak dewasa, suatu kejadian yang mengerikan terjadi padanya Lestari diperkosa oleh kaka tirinya, Joko karena Lestari memang tumbuh sebagai seorang bidadari cantik Sulis yang melihatnya kembali meyiksa Lestari Lestari dianggap menggoda Joko.Pukulan, jambakan, Cakaran didapatkan Lestari dari Sulis, sampai sebuah garpu berkarat menggerus muka Lestari Sulis menggeruskan berkali kali garpu berkarat itu ke muka Lestari Lestari terkapar tak berdaya dengan wajah yang tak karuan Sujono pulang dan disambut dengan melihat anaknya terkapar tak berdaya langsung menghajar Joko, tak lupa juga dengan istrinya Sulis.Akhirnya Sujono memutuskan meninggalkan Sulis dan membawa Lestari ke rumah Matsumi Sujono dan Matsumi hidup bahagia berdua, selama lima puluh tahun ingatan Lestari kepada Matsumi sedikit demi sedikit hilang Karena Lestari sibuk mengurus bayi bayi yang ada di rumahnya Lestari mejadikan rumahnya panti asuhan yang mengasuh anak anak terlantar Bersama Sujono yang sudah tidak bisa bekerja lagi karena serangan struk laestari mengurus panti asuhannya Setiap hari Sujono hanya memandang matahari, membuat orisuru dan mengucap nama Matsumi Lestari penasaran siapakah Matsumi Sampai akhirnya Lestari bertemu lagi dengan Matsumi, karena anak angkat Lestari, Maya ingin menikah dengan Higashi seorang laki laki asal Kyoto yang juga nak angkat Matsumi Pertemuan itu pun membuka segala rasa penasaran Lestari terhadap Matsumi Matsumi adalah ibu kandung yang telah meninggalkan dia di Indonesia.Lestari sebagai ibu angkat Maya memutuskan untuk ikut mengantarkan anaknya ke Kyoto, tempat suami Maya tinggal Dan di sana Lestari menghabiskan waktunya bersama Matsumi, mereka saling bercerita kehidupan mereka dan yang mengejutkan Lestari adalah pernikahan Matsumi dengan Takeda, seorang laki laki Jepang yang ditinggal oleh istrinya setelah perang dunia ke II Matsumi merasa rasa rindu dan cinta Sujono, ayahnya hanya bertepuk sebelah tangan.Cerita dalam novel perempuan kembang jepun ini ditutup dengan kepulangan Lestari ke Indonesia, dan sebelum pulang ke Indonesia Takeda memberikan hadiah lukisan kepada Lestari Didalam lukisan itu tergambar wanita Jepang lengkap dengan kimononya, dan Lestari memberi judul lukisan itu Perempuan Kembang Jepun.Novel yang sangat mengharukan jika kita membacanya sampai selesai, karena dengan background penjajahan di Indonesia, Lan Fang mencoba menguak percintaan yang begitu mengenaskan Bukan hanya cinta yang diceritakan Lan Fang dalam novelnya ini, kehidupan seks, uang, semangat, dan rasa nasionalisme bercampur dalam novel ini serta di ceritakan juga bagaimana kehidupan geisa di Jepang Selain itu dalam novel ini pembaca juga di masukkan kedalam konflik cinta yang begitu pedih tapi novel ini juga bisa menyadarkan para pembacanya bahwa cinta yang hanya di dasari oleh seks dan uang tidak akan membawa kebahagiaan, melainkan cinta dengan kesederhanaan, tanggung jawab dan rasa kasih sayanglah yang akan bertahan dan berakhir bahagia.Walaupun novel ini tidak diakhiri dengan happy ending, karena Lestari malah akan hidup sendiri di Indonesia setelah ditinggal Maya pergi ikut Higashi ke Kyoto Lepas dari semua itu novel Perempuan Kembang Jepun ini begitu memikat dan pantas untuk dibaca oleh khalayak.Novel Perempuan Kembang Jepun karya Lan Fang ini tidak berbeda jauh dengan novel karya Remy Sylado yang berjudul Kembang Jepun, keduanya mengangkat etnis yang sama yaitu etnis cina atau tionghoa Tapi cerita dalam kedua novel itu tentunya berbeda karena saya hanya membaca beberapa halaman saja novel Kembang Jepun milik Remy Sylado.Novel Perempuan Kembang Jepun karya Lan Fang ini memakai latar pecinaan di daerah surabaya dan novel itupun di perkuat dengan tikoh utamanya yang juga dari daerah yang masyarakatnya bermata sipit tapi bukan cina, melainkan jepang


  5. Nastiti Nastiti says:

    Saya menyukai puisi puisi yang ditulis Lan Fang Karenanya saya membeli buku ini Kalimat kalimat puitis dalam buku ini indah, tetapi ceritanya terlampau mudah ditebak Karakternya kurang hidup dan adegan adegannya mainstream.


  6. Vanda Kemala Vanda Kemala says:

    Cerita dengan latar Surabaya tempo dulu sama sekali nggak pernah gagal bikin terkesan.Berimajinasi soal kawasan Kembang Jepun, Kapasan, Slompretan, dan Coklat di zaman dulu, selalu punya kenikmatan tersendiri Apalagi beberapa bangunan di kawasan kawasan itu masih lekat dengan bangunan kuno.


  7. Nourma Yudhiaswari Nourma Yudhiaswari says:

    21


  8. Indah Julianti Indah Julianti says:

    Desain cover Eduard Iwan MangopangIlustrasi dalam Bambang AWFoto cover Peter WangModel cover Lan FangPenerbit PT Gramedia Pustaka UtamaCetakan I, Oktober 2006288 hal 20 cm.Cinta, tidak meminta karena sudah memiliki cukup, tidak bisa memberi karena tak berlebihan, tak pernah sakit karena selalu tulus Dan cintalah yang menjadi tema utama dalam buku Perempuan Kembang Jepun karya penulis wanita yang menetap di Surabaya, Lan Fang.Matsumi, wanita yang selalu mengikuti jalan Sang Hidup, tak Desain cover Eduard Iwan MangopangIlustrasi dalam Bambang AWFoto cover Peter WangModel cover Lan FangPenerbit PT Gramedia Pustaka UtamaCetakan I, Oktober 2006288 hal 20 cm.Cinta, tidak meminta karena sudah memiliki cukup, tidak bisa memberi karena tak berlebihan, tak pernah sakit karena selalu tulus Dan cintalah yang menjadi tema utama dalam buku Perempuan Kembang Jepun karya penulis wanita yang menetap di Surabaya, Lan Fang.Matsumi, wanita yang selalu mengikuti jalan Sang Hidup, tak pernah mengira bahwa kedatangannya ke Surabaya dari Jepang, merubah perjalanan hidupnya bahkan namanya Matsumi datang ke Surabaya untuk menemani Shosho Kobayashi, karena ia adalah geisha kesayangan saat sang mayor jenderal itu berada di Jepang.Karena geisha hanya ada di Jepang, perempuan Jepang yang menjadi penghibur diluar Jepang, sangat merendahkan martabat bangsa Jepang Demi untuk menutupi jati dirinya sebagai seorang geisha, Matsumi terpaksa merubah namanya menjadi Tjoa Kim Hwa Ular Bunga Emas Meski tidak menyukainya karena ia tidak ingin menjadi perempuan Cina, Matsumi menerimanya dengan pasrah agar segera dapat bertemu Shosho Kobayashi Di Surabaya, Matsumi atau Tjoa Kim Hwa, tinggal di klub hiburan milik Hanada san Klub hiburan paling mahal, terbagus dan terbesar di wilayah Kembang Jepun Kembang Jepun adalah nama salah satu kawasan yang berada di Surabaya, Jawa Timur Pada masa penjajahan Belanda, kawasan ini bernama Handelstraat Pada jaman Belanda dan Jepang, Kembang Jepun juga dikenal sebagai kawasan perdagangan yang banyak didiami oleh orang orang China Mereka membuka toko toko dan restoran lengkap dengan tempat hiburan malamnya, bahkan hingga kini Kembang Jepun merupakan daerah sentra perdagangan terbesar di Surabaya dan juga dikenal sebagai China Town nya Surabaya.Di klub itu, Matsumi mendapat julukan si Bunga Emas dan menjadi primadona dengan tarif yang paling mahal Matsumi juga berkenalan dan jatuh cinta kepada Sujono, seorang kuli angkut kain di toko kain terbesar milik Babah Oen Ternyata hubungannya dengan Sujono membawa banyak perubahan pada diri Matsumi Dari seorang geisha yang paling populer menjadi seorang wanita yang tersakiti oleh cinta.Matsumi rela melepaskan pekerjaannya untuk hidup bersama Sujono, meski ia tahu Sujono telah beristri dan memiliki anak Bagi Matsumi, keinginannya adalah bersama Sujono Melayaninya sepenuh hati dan cinta, apalagi telah tertanam benih didalam rahimnya, buah cinta Matsumi dan Sujono Namun, cinta hanya sepenggal dusta Meski telah lahir seorang anak perempuan yang diberi nama Kaguya, kehidupan penuh cinta, damai, tentram dan nyaman yang diidamkan Matsumi, jauh dari kenyataan Sujono malah menjadi benalu dalam kehidupan Matsumi Ia tidak mau bekerja dengan alasan agar selalu bisa bersama dengan Matsumi Akibatnya tabungan Matsumi pun habis, demi memenuhi kebutuhan hidup mereka Bahkan juga kebutuhan hidup anak istri Sujono, yaitu Sulis dan Joko Tak tahan dengan segala penderitaan yang dibuat oleh Sujono dan berakhirnya pendudukan Jepang di Indonesia, Matsumi pun bertekad kembali ke Jepang Namun itu bukan hal yang mudah, apalagi ia harus meninggalkan anaknya tercinta, Kaguya, karena tidak mempunyai dokumen apapun Novel Perempuan Kembang Jepun, tidak hanya menceritakan kisah hidup Matsumi, tetapi tokoh tokoh lainnya seperti Sujono, Sulis, Lestari, dan Takeda, dalam bab bab terpisah, sehingga memudahkan para pembacanya untuk mengetahui dan memahami karakter para tokoh cerita Dengan kalimat kalimat indah dan menyentuh, novel ini mampu mengkoyak koyak perasaan pembacanya, terutama di bagian saat perpisahan antara Matsumi dan Kaguya Novel ini juga memberikan arti bahwa atas nama cinta, orang bisa melakukan apa saja Namun tetap dengan berlandaskan pehamanan arti cinta itu sendiri


  9. Imas Imas says:

    Buku ini lumayan sering dikaitkan dengan buku Remy Silado Kembang Jepun yang telah terbit sebelumnya, sama sama bercerita tentang perempuan sebagai seorang geisha dengan versi berbeda selain sedikit perbedaan pada judul nya kalau Remy judulnya Kembang Jepun maka Lan Fang judulnya Perempuan Kembang Jepun informasi ngga penting. Sekali lagi, sebagai seorang penggemar fiksi histori saya tertarik ingin membaca buku ini Dengan latar belakang tahun 1940 an,inti cerita adalah percintaan Matsumi s Buku ini lumayan sering dikaitkan dengan buku Remy Silado Kembang Jepun yang telah terbit sebelumnya, sama sama bercerita tentang perempuan sebagai seorang geisha dengan versi berbeda selain sedikit perbedaan pada judul nya kalau Remy judulnya Kembang Jepun maka Lan Fang judulnya Perempuan Kembang Jepun informasi ngga penting. Sekali lagi, sebagai seorang penggemar fiksi histori saya tertarik ingin membaca buku ini Dengan latar belakang tahun 1940 an,inti cerita adalah percintaan Matsumi seorang geisha asal Jepang dengan Sujono lelaki Jawa begundal tengik yang tergila gila pada Matsumi Dibilang tentang cinta, seperti nya bukan jenis cinta suci nan abadi yang dimaksudkan mungkin cerita cinta yang pedih, salah dan cukup kejam Namun pada akhirnya semua tokoh tokoh dalam buku ini mendambakan cinta yang sesungguhnya Jalan cerita mampu menguras esmosi terutama perasaan ingin menabok Sujono Lan Fang cukup banyak menulis kalimat kalimat yang indah dan puitis


  10. Tomy Akhsan Tomy Akhsan says:

    judul Perempuan Kembang Jepunpenulis Lan Fangpenerbit Gramedia Pustaka Utamatebal 288 halaman PEREMPUAN KEMBANG JEPUN Novel ini menceritakan tentang kisah seorang gadis yang ketika berumur 9 tahun dijual oleh keluarganya ke Jepang sebagai Geisha Suatu saat dia dikirim ke Indonesia bersama komandan pasukan dari Jepang,pada saat itu keadaan Indonesia masih dijajah oleh Jepang Ketika di Indonesia tepatnya di Surabaya dia bertemu dengan laki laki yang menjadi kuli angkut di toko kain Karena judul Perempuan Kembang Jepunpenulis Lan Fangpenerbit Gramedia Pustaka Utamatebal 288 halaman PEREMPUAN KEMBANG JEPUN Novel ini menceritakan tentang kisah seorang gadis yang ketika berumur 9 tahun dijual oleh keluarganya ke Jepang sebagai Geisha Suatu saat dia dikirim ke Indonesia bersama komandan pasukan dari Jepang,pada saat itu keadaan Indonesia masih dijajah oleh Jepang Ketika di Indonesia tepatnya di Surabaya dia bertemu dengan laki laki yang menjadi kuli angkut di toko kain Karena keduanya memiliki rasa yang sama,akhirnya dia berhenti menjadi Geisha Tetapi dia tidak bahagia karena suaminya malas bekerja,akhirnya dia memutuskan untuk kembali ke Jepang meninggalkan anak kesayangannya bersama suaminya di akhir cerita wanita tersebut bertemu dengan anaknya yang saat itu anaknya sudah dewasa.kelemahan cerita dalam novel tersebut mengandung hal yang berbau syara seperti menjadi geisha , bahasanya terlalu vulgsr kelebihan bahasanya mudah di fahami oleh pembaca,


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


10 thoughts on “Perempuan Kembang Jepun

  1. Endah Endah says:

    Membaca judul novel ini, yang pertama kali saya ingat adalah novel karya Remy Sylado Kembang Jepun 2000 Judul yang sangat mirip Entah kenapa Lan Fang memilih judul tersebut untuk novel teranyarnya ini Padahal, kemiripan seperti itu kerap menuai tuduhan atau kecurigaan peniruan dan risiko untuk diperbandingkan Ternyata bukan hanya judul yang nyaris sama, ceritanyapun hampir mirip juga Yakni, riwayat seorang perempuan penghibur di kawasan Jalan Kembang Jepun,tak jauh dari Jembatan Me Membaca judul novel ini, yang pertama kali saya ingat adalah novel karya Remy Sylado Kembang Jepun 2000 Judul yang sangat mirip Entah kenapa Lan Fang memilih judul tersebut untuk novel teranyarnya ini Padahal, kemiripan seperti itu kerap menuai tuduhan atau kecurigaan peniruan dan risiko untuk diperbandingkan Ternyata bukan hanya judul yang nyaris sama, ceritanyapun hampir mirip juga Yakni, riwayat seorang perempuan penghibur di kawasan Jalan Kembang Jepun,tak jauh dari Jembatan Merah, Surabaya Kembang Jepun adalah sebutan bagi para gadis di kelab kelab hiburan milik orang orang Jepang Gadis gadis itu dilatih dan dipekerjakan tak ubahnya geisha di Jepang Mereka bukan saja berasal dari Jepang, tetapi juga Cina, Manado, dan Jawa Mengambil latar belakang Surabaya tahun 1940 an, novel ini menggelar kisah cinta segitiga antara Sujono, Sulis, dan Matsumi Dituturkan secara flash back dengan masing masing tokoh dibiarkan bercerita sendiri Gaya penulisan seperti ini bisa kita temui pada Para Priyayi Umar Kayam Segi tiga cinta itu berpusat pada lelaki Jawa bernama Sujono, seorang buruh angkat kain di sebuah toko milik seorang saudagar Cina, Babah Oen Bekerja sebagai buruh kasar bukanlah cita cita Sujono Ia sebetulnya kepingin betul jadi tentara, memerangi Belanda, membela tanah air Namun, karena hambatan pendidikan ia tak menamatkan sekolah menengahnya maka cita cita tersebut harus dikubur dalam dalam Agak sedikit mengherankan dan mengundang pertanyaan apakah pada masa itu, di saat tanah air membutuhkan banyak sukarelawan, untuk bergabung menjadi tentara seseorang harus lulus sekolah menengah dulu Tapi baiklah, kita lanjutkan saja Berikutnya, Sujono berjumpa Sulis, gadis belia penjual jamu gendong yang sering mampir menawarkan jualannya di toko Babah Oen Lantaran sering bertemu, api asamarapun memercik di antara kedua anak muda itu sampai Sulis hamil dan memaksa Sujono untuk mengawininya Kehidupan perkawinan mereka tak semulus yang dibayangkan Sulis Di mata Sulis, Sujono berubah drastis menjelma lelaki kasar, suami tak bertanggungjawab Disebutkan bahwa Sulis berasal dari Blitar Kedua orang tuanya bekerja sebagai kuli sawah petani penggarap milik seorang tuan tanah Belanda Disebutkan pula, bahwa Sulis tak tamat sekolah menengah sehingga hanya bisa jadi penjual jamu gendong di Surabaya Kalimat tak tamat sekolah menengah mengandung dua pengertian Pertama, bisa berarti bahwa Sulis pernah sekolah menengah tapi tak sampai tamat Kedua, Sulis hanya tamatan sekolah dasar saja Sekali lagi, ihwal sekolah ini terasa sedikit mengganjal Pada zaman itu, amat jarang anak perempuan bisa sekolah Jikapun ada, biasanya mereka adalah anak anak priyayi di kota Sedangkan Sulis hanyalah anak seorang petani miskin di desa dengan lima orang adik yang masih kecil kecil Aalangkah beruntungnya ia masih sempat menikmati kemewahan bangku sekolah Meskipun sekadar sekolah rakyat misalnya Kemudian, Sujono bertemu Matsumi, seorang geisha, di kelab hiburan kepunyaan Hanada san yang merupakan kelab hiburan termahal di Jl Kembang Jepun Kedua insan berlainan bangsa itu tanpa mampu dicegah saling jatuh cinta Matsumi hamil dan Sujono dengan senang hati menikahinya Ketika situasi keamanan di Surabaya morat marit menyusul kekalahan Jepang dari Sekutu yang mengharuskan tentara Jepang meninggalkan Indonesia, Matsumi pun turut melarikan diri kembali ke kampung halamannya Ia tinggalkan suaminya, Sujono, beserta anak perempuan mereka, Kaguya Gaya penulisan yang membiarkan masing masing tokoh bercerita sendiri sebagai aku jika digarap dengan baik akan jadi sangat menarik karena pembaca mendapatkan beragam versi melalui sudut pandang para tokoh tersebut Namun, akan jadi menjemukan apa bila yang tertuang hanya merupakan pengulangan pengulangan tanpa greget Pada Perempuan Kembang Jepun ini, celakanya justru hal kedua yang terjadi Lan Fang menggempur pembaca dengan penderitaan bertubi tubi para tokoh perempuannya Sulis, Matsumi, Lestari akibat ulah seorang lelaki bajingan Sujono Alhasil, alih alih tersentuh, malah terasa melelahkan menamatkan novel ini Seperti menonton tayangan telenovela Pun upaya menampilkan ilustrasi melalui foto foto hitam putih akan lebih pas apabila yang dipajang adalah foto foto bernilai sejarah Surabaya 1940 an , bukan foto foto diri Lan Fang dalam balutan kimono dan tata rias ala geisha Selain kurang perlu, juga telah merenggut kebebasan berimajinasi satu kenikmatan yang diperoleh dari membaca


  2. htanzil htanzil says:

    Kembang Jepun adalah nama sebuah kawasan di kota Surabaya Entah didapat dari mana asal muasal istilah Kembang Jepun Konon, di jaman Jepang kawasan ini adalah tempat berkumpulnya para serdadu Jepang untuk mencari hiburan lengkap dengan kembang kembang gadis gadis yang setia menghibur serdadu serdadu dan penguasa Jepang yang saat itu lazim disebut Jepun sehingga kemudian daerah itu dinamakan Kembang Jepun yang berarti kembangnya jepang Selain itu Kembang Jepun sejak jaman Belanda dan Je Kembang Jepun adalah nama sebuah kawasan di kota Surabaya Entah didapat dari mana asal muasal istilah Kembang Jepun Konon, di jaman Jepang kawasan ini adalah tempat berkumpulnya para serdadu Jepang untuk mencari hiburan lengkap dengan kembang kembang gadis gadis yang setia menghibur serdadu serdadu dan penguasa Jepang yang saat itu lazim disebut Jepun sehingga kemudian daerah itu dinamakan Kembang Jepun yang berarti kembangnya jepang Selain itu Kembang Jepun sejak jaman Belanda dan Jepang juga dikenal sebagai kawasan perdagangan yang banyak didiami oleh orang orang China Mereka membuka toko toko dan restoran lengkap dengan tempat hiburan malamnya, bahkan hingga kini Kembang Jepun merupakan daerah sentra perdagangan terbesar di Surabaya dan juga dikenal sebagai China Town nya Surabaya.Ketenaran dan legenda kawasan ini pula setidaknya telah mengilhami para sastrawan untuk berkreasi berdasarkan legenda yang menyelimutinya Sebut saja sastrawan senior Remy Sylado yang pada tahun 2003 menerbitkan novel berjudul Kembang Jepun , Kini di tahun 2006 ini penulis asal Surabaya Lan Fang melahirkan sebuah novel yang memiliki judul yang hampir sama dengan novel Remy Sylado Novel keempat Lan Fang yang kabarnya dikerjakan selama 3 tahun ini diberinya judul Perempuan Kembang Jepun Dengan latar belakang kawasan Kembang Jepun di Surabaya pada tahun 1940 an, novel ini bercerita tentang tokoh Matsumi, seorang perempuan Jepang yang berprofesi sebagai geisha Matsumi adalah wanita cantik yang lahir dari sebuah keluarga miskin di Jepang, kemiskinannya membuat dirinya dijual oleh keluarganya sebagai geisha di distrik Gion di Kyoto Matsumi tumbuh menjadi geisha yang berbakat Berkat kecantikan dan kemahirannya dalam memainkan shamisen, bernyanyi, membaca puisi, menemani tamu, memijat, hingga memuaskan hasrat seks para tamunya, lambat laun ia menjadi seorang geisha yang terkenal di Kyoto Pada saat puncak ketenarannya itulah Matsumi ditawari untuk mengikuti Shosho Kobayashi ke Indonesia Baginya ini adalah kesempatan emas karena Shosho Kobayashi akan memegang peranan posisi penting di Indonesia selaku panglima perang tentara Jepang Hal ini berarti Matsumi akan menjadi perempuan penting.Karena geisha hanya ada di Jepang sedangkan jika ada perempuan Jepang yang menjadi penghibur di luar Jepang dianggap merendahkan martabat bangsanya, maka Matsumi masuk ke Indonesia dengan menyamar sebagai wanita China dengan nama Tjoa Kim Hwa.Sesampai di Surabaya Matsumi menjadi wanita penghibur di klub hiburan milik Hanada San yang melayani Sosoho Kobayasi dan tamu tamu penting lainnya di kawasan Kembang JepunDi klub hiburan Hanada san Matsumi beremu dengan Sujono, seorang kuli angkut kain yang bekerja di Toko Babah Oen yang kerap menantar kain di tempat Matsumi bekerja Sujono memang sangat lihai memikat hati wanita, lambat laun Matsumi jatuh ke pelukan Sujono Matsumi sadar bahwa Sujono telah beristri dan memiliki anak, namun ia tak kuasa menahan bujuk rayu Sujono yang piawai meluluhkan hatinya Belum lagi Matsumi berkeyakinan jika ia tinggal bersama Sujono maka ia akan membentuk sebuah keluarga yang indah dan membuat dirinya menjadi seorang perempuan yang utuh dan melayani suami Dari hubungan tersebut kemudian lahirkan seorang anak perempuan bernama Lestari Namun apa yang diidam idamkan Matsumi untuk membentuk keluarga yang indah dengan Sujono sangat jauh dari kenyataan Lambat laun sifat buruk Sujono terungkap Sujono yang gila sex lebih menikmati keindahan tubuh Matsumi dibanding bertanggung jawab terhap pemenuhan kebutuhan pokok keluarga yang telah dibentuknya Walau Sujono mencintai Matsumi namun baginya Matsumi hanyalah pemuas nafsu sex nya dan pelarian dari kehidupan rumah tangganya dengan istirnya Sulis yang kerap diwarnai pertengkaran.Pekerjaan Sujono sebagai seorang kuli tentu saja tak bisa memenuhi kebutuhan dua istrinya Matsumi terpaksa menggunakan uang tabungannya untuk memenuhi kebutuhan pokoknya Di sinilah konflik mulai meruncing Ketika tabungan Matsumi habis, sedangkan Sujono tetap tak berusaha untuk memenuhi kebutuhannya, akhirnya setelah Jepang kalah Matsumi lari meninggalkan Sujono Matsumi kembali ke negaranya dengan meninggalkan anak dan suaminya Tema pencarian cinta sangat kuat dalam novel ini Ibu mencari anak, anak mencari ibu, suami mencari cinta istri, dan seorang geisha mencari cinta sejati Lan Fang menyuguhkan novel ini dengan menarik Selain tokoh Matsumi dan Sujono, novel ini mengupas juga kehidupan tokoh tokoh lain yang masing masing diceritakan dalam bab bab tersendiri.Pada tiap bab, penutur ceritanya adalah tokoh yang menjadi kupasan pada bab tersebut Jadi novel ini memiliki bab bab tersendiri yang mengisahkan dan mengungkap karakter karakter Sulis, Matsumi, Tjoa Kim Hwa, Sujono, dan Lestari Hampir seluruh tokoh digambarkan secara kelam dan memiliki pilihan pilihan hidup yang salah dan sulit untuk dijalani..Dengan adanya bab bab tersendiri dari masing masing tokoh dalam novel ini, maka semua karakter tokoh yang muncul tereksplorasi dengan baik, dan masing masing peristiwa dilihat dari sudut pandang tokohnya masing masing Membacanya seperti menyusun sebuah rangkaian puzzle yang lambat laun akan memberikan gambaran utuh dari kisah dalam novel ini.Dibalik kisah cinta yang pedih, novel ini juga mengungkap bagaimana kejinya para tentara tentara Jepang dalam memuaskan nagsu berahi mereka Seorang wanita penghibur bisa digilir sepuluh hingga lima belas tentara Jepang karena jumlah mereka lebih banyak dibanding wanita penghibur Selain itu merekapun tidak dibayar, alih alih membayar para perempuan itu diberi tempelengan dan siksaan yang diluar peri kemanusiaan.Selain itu novel ini juga menyajikan sekilas kehidupan dan filosofis kehidupan seorang geisha Bagi mereka yang pernah membaca Memoir of Geisha Arthur Golden mungkin bukan hal yang asing, namun bagi yang belum pernah membacanya novel ini setidaknya bisa memberikan gambaran yang cukup jelas mengenai perbedaan seorang geisha dengan wanita penghibur biasa.Untuk memudahkan pembacanya dalam menyelami jalan cerita novel ini secara lebih mendalam, buku ini juga menyajikan beberapa buah foto hitam putih yang menampilkan seorang wanita berpakaian kimono yang tak lain adalah Lan Fang, penulis novel ini.Novel ini memang sarat dengan konflik yang pedih, pembaca akan disuguhkan berbagai rentetan peristiwa yang menyesakkan dada, semua dirangkai dengan kalimat kalimat yang menyentuh dan indah, pilihan kalimat kalimatnya yang puitis sangat pas dalam menggambarkan kepedihan yang dialami oleh tokoh tokohnya Karakter karakter tokohnya juga begitu kuat dan hidup sehingga membuat pembacanya seolah masuk dalam cerita yang ditulisnya Pembaca akan dibuat bergelora dalam birahi, menangis, kesal, dan marah melalui karakter dan pengalaman para tokoh tokohnyaNamun tentunya novel ini tidak dimaksudkan untuk membuat pembacanya tercekat dalam kepedihan para tokoh tokohnya, ada berbagai makna yang bisa diambil dari novel yang menguras air mata ini Setidaknya novel ini menyadarkan pembacanya bahwa uang dan seks bukanlah segala galanya Masih ada yang harus dicari dan dipertahankan yaitu cinta Bukan sekedar cinta yang dirangkai dengan kalimat kalimat manis dan sekedar diwujudkan dalam hubungan seks yang menggelora, melainkan cinta yang dilandasi kasih sejati yang kelak akan membangun rasa kebersamaan dan tanggung jawab dari orang yang dicintainya salam,h_tanzil


  3. Farah Farah says:

    Baru aja bukunya selesai dibaca kemarin.Kesan setelah membaca buku ini, Pengen gua gampar yah itu yang namanya Sujono emosi jiwa kaki naek ke meja dipelototin bos ehem Jadi, spoilernya seperti ini, Perempuan Kembang Jepun itu adalah nama lukisan.Terinspirasi dari buku Kembang Jepun Remy Sylado dan Memoirs of a geisha.Ceritanya sih sebenernya so sinetron Menunjukkan bahwa dunia memang selebar daun kelor Tapi sinetronnya, lebih ke sinetron budget murah di TPI Entah mengapa..Ta Baru aja bukunya selesai dibaca kemarin.Kesan setelah membaca buku ini, Pengen gua gampar yah itu yang namanya Sujono emosi jiwa kaki naek ke meja dipelototin bos ehem Jadi, spoilernya seperti ini, Perempuan Kembang Jepun itu adalah nama lukisan.Terinspirasi dari buku Kembang Jepun Remy Sylado dan Memoirs of a geisha.Ceritanya sih sebenernya so sinetron Menunjukkan bahwa dunia memang selebar daun kelor Tapi sinetronnya, lebih ke sinetron budget murah di TPI Entah mengapa..Tapi untuk penuturan berdasarkan sudut pandang tokohnya, gue akui memang bisa diacungi jempol.Pembaca bisa tahu bagaimana sudut pandang Sulis, Matsumi, dan Sujono, cerita tentang Lestari di masa kecil, dan masa tua Walaupun, tetep aja, sensenya masih kurang kuat.Jadi ada penuturan berdasarkan sudut pandang beberapa tokoh, tapi tetap terasa kalau cara penuturannya berasal dari satu kepala yang sama.Kalau lagi sakit hati sama laki laki, boleh aja baca buku ini Makin memupuk dendam membara, dan akhirnya membuat kita, perempuan mengatakan, Brengsek Emang laki laki dimana mana itu sama aja dengan nada yang begitu geram.Silakan dibaca


  4. Mohammad Sadam Husaen Mohammad Sadam Husaen says:

    Kaguya, semua sudah berlalu Hidup bukan selau menoleh kebelakang, tapi justru selalu berjalan ke depan Tidak ada yang perlu disalahkan Tidak ada yang perlu dikenag Semua ini hanya karena permainan Sang Hidup Lan Fangadalah salah satu penulis wanita yang produktif, tapi sayangnya pada tanggal 25 desember 2011 kemarin, dia membekaskan luka di ranah sastra Indonesia Dia meninggal karena penyakit yang di deritanya.Perempuan kembang jepun, adalah salah satu novel karya Lan Fang yang berbackgrou Kaguya, semua sudah berlalu Hidup bukan selau menoleh kebelakang, tapi justru selalu berjalan ke depan Tidak ada yang perlu disalahkan Tidak ada yang perlu dikenag Semua ini hanya karena permainan Sang Hidup Lan Fangadalah salah satu penulis wanita yang produktif, tapi sayangnya pada tanggal 25 desember 2011 kemarin, dia membekaskan luka di ranah sastra Indonesia Dia meninggal karena penyakit yang di deritanya.Perempuan kembang jepun, adalah salah satu novel karya Lan Fang yang berbackgroud daerah pecinan di surabaya yang dulunya di pakai sebagai tempat hiburan bagi para tentara Jepang Novel yang bercerita mengenai cinta yang bermacam macam ini dibagi menjadi lima bagian serta lengkap dengan prolog dan epilog Lima bagian dari novel kembang jepun ini dibagi menurut kehidupan tokoh tokohnya, Lestari atau Kaguya, Tjoa Kim Hua atau Matsumi, Sulis, dan Sujono.Cerita dalam novel Perempuan Kembang Jepun ini dimulai dengan kehidupan Sulis, seorang penjual jamu gendong di daerah Tanjung Perak Sulis sering kali menjajakan jamunya untuk perempuan perempuan yang ada di rumah bordir daerah Tanjung Perak, tapi lama kelamaan langganan Sulis bukan hanya para perempuan rumah bordir, dia juga menjajakan jamunya kepada para tukang becak yang mangkal di sepanjang daerah Kalimas Timur dan Kalimas Barat.Akhirnya Sulis bertemu dengan Wandi, salah seorang tukang becak yang sering mangkal di daeranya berjualan jamu Wandi yang selalu memberikan uang lebih ketika membeli jamu Sulis selalu mencuri curi untuk memegang tubuh Sulis, akhirnya Wandi dan Sulis pun tenggelam dalam lautan birahi Ketika wandi mengantar Sulis pulang dengan becaknya, Wandi berhenti ditengah jalan Mereka akhirnya melakukan hubungan badan dan Wandi berhasil merenggut keperawanan Sulis.Kegenitan dan kecentilan Sulis ketika berjualan jamu mempertemukannya dengan Sujono seorang kuli angkut kain di toko orang cina yang bernama Babah Oen Sulis merasakan kenikmatan yang berbeda ketika berhubungan badan dengan Sujono di banding berhubungan badan dengan Wandi Sulis pun hamil, dan dia lebih memilih Sujono sebagai ayah dari anak yang dikandungnya Tapi Sujono tidak mau bertanggungjawab atas kehamilan Sulis, dia mengganggap anak yang dikandung Sulis adalah anak Wandi Sulis tetap memaksa dan akhirnya Sujono dipaksa warga kampun menikahi Sulis, karena Sujono dianggap oleh warga kampung telah meniduri Sulis.Pernikahan Sujono dan Sulis tidak berjalan harmonis, Sujono tidak mencintai Sulis dan dia hanya ingin menikmati tubuh Sulis, sampai akhirnya Sulis melahirkan seorang anak laki laki yang dinamai Joko Sujono tetap bersikukuh bahwa Joko bukan anaknya melainkan anak Wandi Pertengkaran demi pertengkaran terjadi dalam rumah tangga Sulis dan Sujono Sulis selau mengganggap Sujono tidak bertanggung jawab karena Sujono tidak mau mencari kerja lagi setelah dia keluar dari tokoh Babah Oen Tapi Sujono tidak mau kalah, pukulan dan tendangan sering Sujono layangkan ke tubuh Sulis.Sujono dengan rasa kesal dan marah karena desakan dari Sulis, memutuskan untuk kembali bekerja di toko Babah Oen Ketika sudah mulai bekerja Sujono tidak sengaja bertemu dengan Matsumi karena Sujono selalu disuruh oleh Babah Oen untuk mengantarkan kain untuk wanita wanita penghibur yang ada di tempat tempah hiburan di sekitar daerah Kembang Jepun Matsumi adalah seorang geisha asal Jepang yang dibawa ke Indonesia atas keinginan Shosho Kobayashi, seorang jendral Jepang yang bertugas di Indonesia Matsumi diberangkatkan ke Indonesia dengan identitas Cina bernama Tjoa Kim Hwa, karena jika Matsumi berangkat ke Indonesia sebagai geisha dengan identitas Jepang itu sama halnya dengan menjelekkan nama Jepang.Pertemuan yang tidak sengaja antara Matsumi dan Sujono membawa getar getar asmara antara mereka berdua Sujono yang tidak tahan lagi untuk bertemu dan mengobrol langsung dengan Matsumi akhirnya mencuri uang di toko Babah Oen, yang akibatnya dia dipecat dari toko itu Sujono sengaja mencuri uang karena jika ingin bertemu dan berbicara langsung dengan Matsumi dia harus membayar mahal, dan akhirnya keinginanya terkabul Matsumi dan Sujono pun akhirnya terlibat cinta, Matsumi selalu memberi uang kepada Sujono agar mereka berdua bisa bertemu.Matsumi yang merasakan gairah yang sama seperti yang dirasakan Sulis ke Sujono, membuat Matsumi semakin mencintai Sujono Sampai akhirnya Matsumi hamil dam memutuskan untuk keluar dari tempat hiburan milik Hanada San yang telah menampungnya sejak Matsumi datang ke Indonesia Hanada San juga seorang warga Jepang yang dipercaya menjaga Matsumi oleh Shosho Kobayashi Hanada San marah mendengan berita kehamilan Matsumi, Hanada San tidak memperbolehkan Matsumi hamil karena seorang geisha tidak boleh hamil dan merasakan cinta Tapi Matsumi tetap besikukuh untuk keluar dari tempat hiburan Hanadan San dan ingin menikah dengan Sujono.Hanada San marah besar terhadap Matsumi, pukulan dan tamparan diterima oleh Matsumi dari Hanada San, tapi Matsumi tidak melawan karena dia memang merasa bersalah, dia rela dipukul asal dia bisa hidup dengan Sujono Akhirnya Matsumi dibiarkan pergi oleh Hanada San.Sujono yang tahu bahwa Matsumi berhasil keluar dari tempat hiburan Hanada San sangat senang, karena dia bisa memiliki Matsumi seutuhnya Matsumi pun membeli sebuah rumah dari hasil uang tabungannya selama menjadi geisha, dia melakukan segala aktifitasnya di dalam rumah dan hanya boleh keluar jika ditemani Sujono, karena Sujono tidak mau Matsumi digoda oleh orang lain Sujono yang masih menghidupi Sulis dan Joko selalu mondar mandir, pagi sampai sore dia habiskan bersama Matsumi, sedangkan malamnya dia pulang ke rumah Sulis.Semenjak bersama Matsumi, Sujono sudah tidak memikirkan pekerjaan, seharian dia bercinta dengan Matsumi dan selalu meminta uang kepada Matsumi untuk membiayai hidupnya dengan Sulis Keseharian Sujono hanya mencumbu dan menemani Matsumi membuat orisuru origami burung khas Jepang sampai Matsumi melahirkan seorang putri cantik yang mereka beri nama Kaguya Kaguya mempunya wajah yang cantik seperti ibunya, Sujono dan Matsumi sangat sayang kepada Kaguya.Tapi Matsumi merasa Sujono semakin menjadi, karena Sujono tetap tidak bekerja dan selalu meminta uang kepada Matsumi Tanpa disadari uang tabungan Matsumi menipis, dan Matsumi memutuskan untuk kembali bekerja ke tempat hiburan milik Hanada San Tapi Sujono tidak mengizinkannya Matsumi merasa kehidupannya semakin berubah, apalagi terdengar bahwa Jepang sudah dikalahkan oleh sekutu Kehidupan Matsumi berubah, akhirnya dia memutuskan untuk meninggalkan Sujono karena dia mengganggap Sujono tak bisa memberikan kebahagiaan lagi kepadanaya.Matsumi sebagai orang Jepang selalu merasa was was, karena setelah Hiroshima dan Nagasaki terkena bom dari sekutu, Jepang merasa kalah Dan semua orang Jepang yang ada di Indonesia dipulangkan kembali ke negaranya Tapi Matsumi di Indonesia tidak memakai identitas Jepang, dia adalah orang Cina bernama Tjoa Kim Hwa Matsumi yang merasa putus asa akhirnya datang ke kelenteng Boen Bio bersama Kaguya, tempat yang dianggap paling aman bagi penggungsi Di sana Matsumi bertemu dengan Tuan Tan, salah seorang pengurus kelenteng Tuan Tan akhirnya tahu bahwa Matsumi adalah orang Jepang dengan identitas samaran Tjoa Kim Hwa Kaguya yang tidak mempunyai identitas yang jelas akhirnya dititipkan oleh Matsumi di kelenteng Hok An Kiong, sebuah kelenteng yang mengurus anak anak yang terlantar Sedangkan Matsumi harus kembali ke Jepang Sujono yang merasa kehilangan Matsumi dan Kaguya akhirnya mencari kemana mana, dan akhirnya dia menemukan Kaguya di kelenteng Hok An Kiong Sujono membawa Kaguya pulang kerumah Sulis, walaupun dia tahu pasti Sulis tidak akan menerimanya.Di rumah Sulis Kaguya selalu menangis mencari Matsumi, Sulis yang tidak mau direpotkan oleh anak hasil selingkuh suaminya itu membentak mentak Kaguya Sedangkan Sujono kembali bekerja, karena dia harus menghidupi Kaguya yang sudah diganti namanya menjadi Lestari agar identits Jepang hilang dari Kaguya Pagi sampai sore Sujono bekerja Sedangkan di rumah, Lestari disiksa oleh Sulis Sampai Lestari beranjak dewasa, suatu kejadian yang mengerikan terjadi padanya Lestari diperkosa oleh kaka tirinya, Joko karena Lestari memang tumbuh sebagai seorang bidadari cantik Sulis yang melihatnya kembali meyiksa Lestari Lestari dianggap menggoda Joko.Pukulan, jambakan, Cakaran didapatkan Lestari dari Sulis, sampai sebuah garpu berkarat menggerus muka Lestari Sulis menggeruskan berkali kali garpu berkarat itu ke muka Lestari Lestari terkapar tak berdaya dengan wajah yang tak karuan Sujono pulang dan disambut dengan melihat anaknya terkapar tak berdaya langsung menghajar Joko, tak lupa juga dengan istrinya Sulis.Akhirnya Sujono memutuskan meninggalkan Sulis dan membawa Lestari ke rumah Matsumi Sujono dan Matsumi hidup bahagia berdua, selama lima puluh tahun ingatan Lestari kepada Matsumi sedikit demi sedikit hilang Karena Lestari sibuk mengurus bayi bayi yang ada di rumahnya Lestari mejadikan rumahnya panti asuhan yang mengasuh anak anak terlantar Bersama Sujono yang sudah tidak bisa bekerja lagi karena serangan struk laestari mengurus panti asuhannya Setiap hari Sujono hanya memandang matahari, membuat orisuru dan mengucap nama Matsumi Lestari penasaran siapakah Matsumi Sampai akhirnya Lestari bertemu lagi dengan Matsumi, karena anak angkat Lestari, Maya ingin menikah dengan Higashi seorang laki laki asal Kyoto yang juga nak angkat Matsumi Pertemuan itu pun membuka segala rasa penasaran Lestari terhadap Matsumi Matsumi adalah ibu kandung yang telah meninggalkan dia di Indonesia.Lestari sebagai ibu angkat Maya memutuskan untuk ikut mengantarkan anaknya ke Kyoto, tempat suami Maya tinggal Dan di sana Lestari menghabiskan waktunya bersama Matsumi, mereka saling bercerita kehidupan mereka dan yang mengejutkan Lestari adalah pernikahan Matsumi dengan Takeda, seorang laki laki Jepang yang ditinggal oleh istrinya setelah perang dunia ke II Matsumi merasa rasa rindu dan cinta Sujono, ayahnya hanya bertepuk sebelah tangan.Cerita dalam novel perempuan kembang jepun ini ditutup dengan kepulangan Lestari ke Indonesia, dan sebelum pulang ke Indonesia Takeda memberikan hadiah lukisan kepada Lestari Didalam lukisan itu tergambar wanita Jepang lengkap dengan kimononya, dan Lestari memberi judul lukisan itu Perempuan Kembang Jepun.Novel yang sangat mengharukan jika kita membacanya sampai selesai, karena dengan background penjajahan di Indonesia, Lan Fang mencoba menguak percintaan yang begitu mengenaskan Bukan hanya cinta yang diceritakan Lan Fang dalam novelnya ini, kehidupan seks, uang, semangat, dan rasa nasionalisme bercampur dalam novel ini serta di ceritakan juga bagaimana kehidupan geisa di Jepang Selain itu dalam novel ini pembaca juga di masukkan kedalam konflik cinta yang begitu pedih tapi novel ini juga bisa menyadarkan para pembacanya bahwa cinta yang hanya di dasari oleh seks dan uang tidak akan membawa kebahagiaan, melainkan cinta dengan kesederhanaan, tanggung jawab dan rasa kasih sayanglah yang akan bertahan dan berakhir bahagia.Walaupun novel ini tidak diakhiri dengan happy ending, karena Lestari malah akan hidup sendiri di Indonesia setelah ditinggal Maya pergi ikut Higashi ke Kyoto Lepas dari semua itu novel Perempuan Kembang Jepun ini begitu memikat dan pantas untuk dibaca oleh khalayak.Novel Perempuan Kembang Jepun karya Lan Fang ini tidak berbeda jauh dengan novel karya Remy Sylado yang berjudul Kembang Jepun, keduanya mengangkat etnis yang sama yaitu etnis cina atau tionghoa Tapi cerita dalam kedua novel itu tentunya berbeda karena saya hanya membaca beberapa halaman saja novel Kembang Jepun milik Remy Sylado.Novel Perempuan Kembang Jepun karya Lan Fang ini memakai latar pecinaan di daerah surabaya dan novel itupun di perkuat dengan tikoh utamanya yang juga dari daerah yang masyarakatnya bermata sipit tapi bukan cina, melainkan jepang


  5. Nastiti Nastiti says:

    Saya menyukai puisi puisi yang ditulis Lan Fang Karenanya saya membeli buku ini Kalimat kalimat puitis dalam buku ini indah, tetapi ceritanya terlampau mudah ditebak Karakternya kurang hidup dan adegan adegannya mainstream.


  6. Vanda Kemala Vanda Kemala says:

    Cerita dengan latar Surabaya tempo dulu sama sekali nggak pernah gagal bikin terkesan.Berimajinasi soal kawasan Kembang Jepun, Kapasan, Slompretan, dan Coklat di zaman dulu, selalu punya kenikmatan tersendiri Apalagi beberapa bangunan di kawasan kawasan itu masih lekat dengan bangunan kuno.


  7. Nourma Yudhiaswari Nourma Yudhiaswari says:

    21


  8. Indah Julianti Indah Julianti says:

    Desain cover Eduard Iwan MangopangIlustrasi dalam Bambang AWFoto cover Peter WangModel cover Lan FangPenerbit PT Gramedia Pustaka UtamaCetakan I, Oktober 2006288 hal 20 cm.Cinta, tidak meminta karena sudah memiliki cukup, tidak bisa memberi karena tak berlebihan, tak pernah sakit karena selalu tulus Dan cintalah yang menjadi tema utama dalam buku Perempuan Kembang Jepun karya penulis wanita yang menetap di Surabaya, Lan Fang.Matsumi, wanita yang selalu mengikuti jalan Sang Hidup, tak Desain cover Eduard Iwan MangopangIlustrasi dalam Bambang AWFoto cover Peter WangModel cover Lan FangPenerbit PT Gramedia Pustaka UtamaCetakan I, Oktober 2006288 hal 20 cm.Cinta, tidak meminta karena sudah memiliki cukup, tidak bisa memberi karena tak berlebihan, tak pernah sakit karena selalu tulus Dan cintalah yang menjadi tema utama dalam buku Perempuan Kembang Jepun karya penulis wanita yang menetap di Surabaya, Lan Fang.Matsumi, wanita yang selalu mengikuti jalan Sang Hidup, tak pernah mengira bahwa kedatangannya ke Surabaya dari Jepang, merubah perjalanan hidupnya bahkan namanya Matsumi datang ke Surabaya untuk menemani Shosho Kobayashi, karena ia adalah geisha kesayangan saat sang mayor jenderal itu berada di Jepang.Karena geisha hanya ada di Jepang, perempuan Jepang yang menjadi penghibur diluar Jepang, sangat merendahkan martabat bangsa Jepang Demi untuk menutupi jati dirinya sebagai seorang geisha, Matsumi terpaksa merubah namanya menjadi Tjoa Kim Hwa Ular Bunga Emas Meski tidak menyukainya karena ia tidak ingin menjadi perempuan Cina, Matsumi menerimanya dengan pasrah agar segera dapat bertemu Shosho Kobayashi Di Surabaya, Matsumi atau Tjoa Kim Hwa, tinggal di klub hiburan milik Hanada san Klub hiburan paling mahal, terbagus dan terbesar di wilayah Kembang Jepun Kembang Jepun adalah nama salah satu kawasan yang berada di Surabaya, Jawa Timur Pada masa penjajahan Belanda, kawasan ini bernama Handelstraat Pada jaman Belanda dan Jepang, Kembang Jepun juga dikenal sebagai kawasan perdagangan yang banyak didiami oleh orang orang China Mereka membuka toko toko dan restoran lengkap dengan tempat hiburan malamnya, bahkan hingga kini Kembang Jepun merupakan daerah sentra perdagangan terbesar di Surabaya dan juga dikenal sebagai China Town nya Surabaya.Di klub itu, Matsumi mendapat julukan si Bunga Emas dan menjadi primadona dengan tarif yang paling mahal Matsumi juga berkenalan dan jatuh cinta kepada Sujono, seorang kuli angkut kain di toko kain terbesar milik Babah Oen Ternyata hubungannya dengan Sujono membawa banyak perubahan pada diri Matsumi Dari seorang geisha yang paling populer menjadi seorang wanita yang tersakiti oleh cinta.Matsumi rela melepaskan pekerjaannya untuk hidup bersama Sujono, meski ia tahu Sujono telah beristri dan memiliki anak Bagi Matsumi, keinginannya adalah bersama Sujono Melayaninya sepenuh hati dan cinta, apalagi telah tertanam benih didalam rahimnya, buah cinta Matsumi dan Sujono Namun, cinta hanya sepenggal dusta Meski telah lahir seorang anak perempuan yang diberi nama Kaguya, kehidupan penuh cinta, damai, tentram dan nyaman yang diidamkan Matsumi, jauh dari kenyataan Sujono malah menjadi benalu dalam kehidupan Matsumi Ia tidak mau bekerja dengan alasan agar selalu bisa bersama dengan Matsumi Akibatnya tabungan Matsumi pun habis, demi memenuhi kebutuhan hidup mereka Bahkan juga kebutuhan hidup anak istri Sujono, yaitu Sulis dan Joko Tak tahan dengan segala penderitaan yang dibuat oleh Sujono dan berakhirnya pendudukan Jepang di Indonesia, Matsumi pun bertekad kembali ke Jepang Namun itu bukan hal yang mudah, apalagi ia harus meninggalkan anaknya tercinta, Kaguya, karena tidak mempunyai dokumen apapun Novel Perempuan Kembang Jepun, tidak hanya menceritakan kisah hidup Matsumi, tetapi tokoh tokoh lainnya seperti Sujono, Sulis, Lestari, dan Takeda, dalam bab bab terpisah, sehingga memudahkan para pembacanya untuk mengetahui dan memahami karakter para tokoh cerita Dengan kalimat kalimat indah dan menyentuh, novel ini mampu mengkoyak koyak perasaan pembacanya, terutama di bagian saat perpisahan antara Matsumi dan Kaguya Novel ini juga memberikan arti bahwa atas nama cinta, orang bisa melakukan apa saja Namun tetap dengan berlandaskan pehamanan arti cinta itu sendiri


  9. Imas Imas says:

    Buku ini lumayan sering dikaitkan dengan buku Remy Silado Kembang Jepun yang telah terbit sebelumnya, sama sama bercerita tentang perempuan sebagai seorang geisha dengan versi berbeda selain sedikit perbedaan pada judul nya kalau Remy judulnya Kembang Jepun maka Lan Fang judulnya Perempuan Kembang Jepun informasi ngga penting. Sekali lagi, sebagai seorang penggemar fiksi histori saya tertarik ingin membaca buku ini Dengan latar belakang tahun 1940 an,inti cerita adalah percintaan Matsumi s Buku ini lumayan sering dikaitkan dengan buku Remy Silado Kembang Jepun yang telah terbit sebelumnya, sama sama bercerita tentang perempuan sebagai seorang geisha dengan versi berbeda selain sedikit perbedaan pada judul nya kalau Remy judulnya Kembang Jepun maka Lan Fang judulnya Perempuan Kembang Jepun informasi ngga penting. Sekali lagi, sebagai seorang penggemar fiksi histori saya tertarik ingin membaca buku ini Dengan latar belakang tahun 1940 an,inti cerita adalah percintaan Matsumi seorang geisha asal Jepang dengan Sujono lelaki Jawa begundal tengik yang tergila gila pada Matsumi Dibilang tentang cinta, seperti nya bukan jenis cinta suci nan abadi yang dimaksudkan mungkin cerita cinta yang pedih, salah dan cukup kejam Namun pada akhirnya semua tokoh tokoh dalam buku ini mendambakan cinta yang sesungguhnya Jalan cerita mampu menguras esmosi terutama perasaan ingin menabok Sujono Lan Fang cukup banyak menulis kalimat kalimat yang indah dan puitis


  10. Tomy Akhsan Tomy Akhsan says:

    judul Perempuan Kembang Jepunpenulis Lan Fangpenerbit Gramedia Pustaka Utamatebal 288 halaman PEREMPUAN KEMBANG JEPUN Novel ini menceritakan tentang kisah seorang gadis yang ketika berumur 9 tahun dijual oleh keluarganya ke Jepang sebagai Geisha Suatu saat dia dikirim ke Indonesia bersama komandan pasukan dari Jepang,pada saat itu keadaan Indonesia masih dijajah oleh Jepang Ketika di Indonesia tepatnya di Surabaya dia bertemu dengan laki laki yang menjadi kuli angkut di toko kain Karena judul Perempuan Kembang Jepunpenulis Lan Fangpenerbit Gramedia Pustaka Utamatebal 288 halaman PEREMPUAN KEMBANG JEPUN Novel ini menceritakan tentang kisah seorang gadis yang ketika berumur 9 tahun dijual oleh keluarganya ke Jepang sebagai Geisha Suatu saat dia dikirim ke Indonesia bersama komandan pasukan dari Jepang,pada saat itu keadaan Indonesia masih dijajah oleh Jepang Ketika di Indonesia tepatnya di Surabaya dia bertemu dengan laki laki yang menjadi kuli angkut di toko kain Karena keduanya memiliki rasa yang sama,akhirnya dia berhenti menjadi Geisha Tetapi dia tidak bahagia karena suaminya malas bekerja,akhirnya dia memutuskan untuk kembali ke Jepang meninggalkan anak kesayangannya bersama suaminya di akhir cerita wanita tersebut bertemu dengan anaknya yang saat itu anaknya sudah dewasa.kelemahan cerita dalam novel tersebut mengandung hal yang berbau syara seperti menjadi geisha , bahasanya terlalu vulgsr kelebihan bahasanya mudah di fahami oleh pembaca,


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *